Manfaat Permainan Tradisional Lompat Tali Bagi Anak-anak , Yuk Simak !

Manfaat Permainan Tradisional Lompat Tali Bagi Anak-anak , Yuk Simak !

Manfaat Bermain Lompat Tali Bagi Anak-anak


Bagi kamu yang kelahiran tahun 70 hingga 90an, pasti kalian sudah familiar dengan permainan yang satu ini, yaitu “Lompat Tali”.

Untuk bermain permainan ini dibutuhkan minimal 3 atau 4 anak. Pertama harus ada dua pemain yang jaga. Dan yang jaga ini yang memegang karet di kedua belah sisi yang saling berhadapan. Pemain yang tidak jaga harus melompati karet tersebut. Biasanya untuk menentukan siapa yang jaga dilakukan hompimpa. Kemudian permainan dimulai dari lompat yang karetnya diletakan di bawah pinggang, Dibagian ini pemain tidak boleh menyentuh karetnya, kalau menyentuh maka dia harus jaga.

Lalu setelah itu karet ditaruh sepinggang, kemudian sedagu, sekuping, sekepala, sejengkal tangan yang ditaruh di atas kepala dan terakhir tangan di angkat ke atas, di tempat saya disebut merdeka. Khusus untuk yang merdeka dilakukan lompatan sampai tiga kali, karena lompatan harus tinggi. Hal ini juga berlaku untuk diatas kepala dan sejengkal di atas kepala.

Nah kalau pemain mampu melewati semuanya itu maka yang terakhir karet diletakkan sepinggang pemain yang jaga. Kemudian pemain yang melompatinya harus melompati bolak balik karetnya, tampa henti, sampai sepuluh kali. Baru pemain tersebut dinyatakan pemenang dan permainan kembali dari awal lagi.

Lompat tali sendiri ternyata memiliki banyak manfaat yang tidak kita sadari. Berikut beberapa manfaat lompat tali untuk anak-anak :

1. Motorik Kasar

Main lompat tali merupakan suatu kegiatan yang baik bagi tubuh. Secara fisik anak jadi lebih terampil, karena bisa belajar cara dan teknik melompat dalam permainan ini memang memerlukan keterampilan sendiri.

2. Emosi

Untuk melakukan suatu lompatan dengan ketinggian tertentu dibutuhkan keberanian dari anak. Berarti, secara emosi dia dituntut untuk membuat suatu keputusan besar, mau melakukan lompatan atau tidak. Dan juga saat bermain, anak-anak akan melepaskan emosi mereka, sehingga mereka bisa tertawa, berteriak, dan bergerak bebas.

3. Ketelitian dan Akurasi

Anak juga belajar melihat suatu ketepatan dan ketelitian. Misalnya, bagaimana ketika tali diayunkan, dia dapat melompat sedemikian rupa sehingga tidak sampai terjerat tali dengan berusaha mengikuti ritme ayunan.

4. Sosialisasi

Untuk bermain tali secara berkelompok, anak membutuhkan teman yang berarti memberi kesempatan untuk bersosialisasi sehingga dia terbiasa dan nyaman dalam kelompok. Dia dapat belajar berempati, giliran, menaati peraturan, dan lain-lain.

5. Moral

Dalam permainan tradisional mengenal konsep menang atau kalah. Namun, menang atau kalah tidak menjadikan para pemainnya bertengkar, mereka belajar untuk bersikap sportif dalam permainan.

Itulah beberapa manfaat dari permainan tradisional lompat tali. Dan sudah sepatutnya jika kita bisa melestarikan permainan tersebut, mengingat ternyata banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil dari permainan itu.

Karena di zaman sekarang ini semua hal yang berbau tradisional makin tersingkir tergerus modernisasi, dan tertutupi oleh cara berpikir masyarakat kita yang menganggap hal-hal tradisional tak patut lagi dipelajari meskipun masih banyak manfaat yang tersimpan.

Semoga kita sebagai penerus bangsa mampu menjaga dan melestarikan budaya asli negara kita, agar bisa menjadi pelajaran bagi anak cucu nantinya, serta menjadi kekayaan bangsa yang menjadi ciri unik bangsa kita.

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar