Kalender Jawa Online Terlengkap Disertai Dengan Detail Weton, Wuku, Neptu dan Tahun Jawa -->

Kalender Jawa Online Terlengkap Disertai Dengan Detail Weton, Wuku, Neptu dan Tahun Jawa

Kalender jawa merupakan kalender yang berisikan Hari Pasaran Jawa dalam sebulan yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan atau untuk melangsungkan sebuah acara.

Bagi Kamu yang sedang membutuhkan kalender jawa online untuk mengetahui hari ini, maupun kebutuhan lain terkait dengan perhitungan penanggalan jawa seperti mencari hari baik, neptu ataupun menghitung weton. Kami memiliki aplikasi dibawah ini yang siap kamu gunakan.

Kalender Jawa Online Terlengkap


Klik tanggal pada Kalender untuk melihat detail (Wuku, Pasaran Jawa, Neptu, dan Lainnya)
Kalender Jawa Hari Ini
Tanggal : (Jam )
Pasaran
Tahun
Wuku
Neptu
Warsa
Februari 2024
Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Wuku

;

;

Hari Libur :
    Loncat ke
    source code by kenthus

    Kalender Jawa merupakan sistem penanggalan yang masih kerap dipercaya oleh masyarakat Jawa. Biasanya kalender ini digunakan untuk menghitung atau menentukan hari baik pernikahan, membaca perwatakan maupun peruntungan.

    Sama halnya dengan kalender Masehi, kalender Jawa juga memiliki 12 bulan di dalamnya. Namun, mengenai penamaan hari, bulan, dan tahun tidak sama dengan kalender Masehi. Pada tahun 2023 ini, merupakan tahun ke 1956 dalam kalender Jawa.

    Sistem penanggalan ini awalnya digunakan secara resmi oleh Kesultanan Mataram dan berbagai kerajaan pecahan yang mendapat pengaruhnya. Saat itu, terdapat dua sistem penanggalan yang digunakan oleh Kesultanan Mataram, yaitu kalender Masehi dan kalender Jawa. Kalender Masehi digunakan agar urusan administrasi kerajaan dapat selaras dengan kegiatan sehari-hari masyarakat umum, sedangkan kalender Jawa digunakan sebagai patokan penyelenggaraan upacara-upacara adat kerajaan.

    Kalender Jawa juga disebut sebagai Kalender Sultan Agungan karena diciptakan pada masa pemerintahan Sultan Agung (1613–1645). Sultan Agung adalah raja ketiga dari Kesultanan Mataram. Saat itu, masyarakat Jawa menggunakan kalender Saka yang berasal dari India. Kalender Saka didasarkan dari pergerakan matahari (solar), berbeda dengan kalender Hijriah atau kalender Islam yang didasarkan kepada pergerakan bulan (lunar). Oleh karena itu, perayaan-perayaan adat yang diselenggarakan oleh kerajaan tidak selaras dengan perayaan-perayaan hari besar Islam.

    Dikutip dari Wikipedia , Wuku adalah bagian dari suatu siklus dalam penanggalan Jawa dan Bali yang berumur tujuh hari (satu pekan). Siklus wuku berumur 30 pekan (210 hari), dan masing-masing wuku memiliki nama tersendiri.

    Perhitungan wuku (bahasa Jawa: pawukon) masih digunakan di Bali dan Jawa, terutama untuk menentukan "hari baik" dan "hari buruk" serta terkait dengan weton / nepton. Weton dalam bahasa Bali disebut oton/otonan. Seorang bayi yang berusia 1 siklus wuku (210 hari) disebut 1 oton.

    Ide dasar perhitungan menurut wuku adalah bertemunya dua hari dalam sistem pancawara (pasaran) dan saptawara (pekan) menjadi satu.

    Sistem pancawara atau pasaran terdiri dari lima hari, sedangkan sistem saptawara terdiri dari tujuh hari. Dalam satu wuku, pertemuan antara hari pasaran dan hari pekan sudah pasti, misalkan hari Sabtu Pon terjadi dalam wuku Wugu. Menurut kepercayaan tradisional orang Bali dan Jawa, semua hari-hari ini memiliki makna khusus.

    DMCA.com Protection Status

    Page Load Time...