Cara Menghadapi Pasangan yang Posesif

Cara Menghadapi Pasangan yang Posesif

Cara Menghadapi Pasangan yang Posesif

Jika mendengar kata posisef, sepintas akan mengingatkan kita kepada judul lagu salah satu musisi papan atas tanah air, yakni NAIF. Judul lagu Naif yang berjudul ‘Posesif’ memang sangat populer dan pastinya kita semua menghafalnya.
    Bila ku mati, kau juga mati
    Walau tak ada cinta sehidup semati
    Jadilah engkau milikku selalu..Utuh
    Tanpa tersentuh .. cuma aku


Eh apa sih kok malah nyanyi !

Sebenarnya apa itu posesif? Secara umum, posesif dapat diartikan “suatu sikap yang dipunyai atau ditunjukkan untuk mengontrol atau mendominasi sesuatu atau seseorang”. Dengan kata lain, posesif adalah sebuah sikap membatasi ruang gerak pasangan dan juga merasa bahwa pasangan adalah “miliknya” sendiri, mencintai pasangan terlalu berlebihan sehingga memiliki perasaan takut kehilangan. Bila kau mati, ku juga mati. Ya begitulah lagu posesif naif.

Dalam istilah lain, posesif disebut juga sebagai controlling behaviour atau perilaku suka mengatur berlebihan. Perilaku ini, seringkali dibungkus sebagai cara menunjukkan rasa sayang atau peduli terhadap pasangan. Namun itu tidaklah benar. Perilaku posesif bukanlah berakar dari rasa sayang, melainkan dari rasa takut dan rendahnya kepercayaan diri.

Saking cintanya, sebagian orang memilih menjalin cinta dengan kekangan. Penyebabnya bisa karena takut banget kehilangan, atau memang terlanjur punya watak posesif dan merasa pasangannya adalah ‘properti’ pribadi yang bisa diatur-atur.

Padahal, semua manusia adalah individu yang kadang butuh kebebasan.

Bayangkan, saat ini kamu sedang berkegiatan dengan asyik bersama teman-teman, melakukan hobimu yang sejak berbulan-bulan tidak sempat kamu lakukan. Tiba-tiba, handphone-mu tidak berhenti berdering. Saat kamu cek, ternyata sudah ada puluhan pesan yang masuk dan panggilan telepon tak terjawab yang asalnya dari pacarmu.

    “Kamu dimana?”
    “Dengan siapa?”
    “Ngapain aja?”
    “Jawab dong”
    “Jangan-jangan kamu nggak jalan sama temen, tapi sama orang lain. Ngaku!”

Dan puluhan pertanyaan lain memenuhi layar handphone-mu. Apa yang mungkin kamu rasakan saat itu? Gerah, capek, dan kesal? ingin berkata-kata kasar? “Gue kan udah capek banget akhir-akhir ini, kok dia nggak bisa ngerti dan ngasih sedikit space buat gue?” atau “Kenapa sih gue harus dicurigai terus?” dan berbagai reaksi lain tentu memenuhi otakmu.

Tentu rasanya sangat mengesalkan jika harus dikekang, bukan?

Apakah Posesif adalah tanda cinta?

Banyak sekali orang yang membenarkan rasa posesif karena menganggapnya bentuk dari rasa sayang. Padahal, dua hal tersebut jauh sekali berbeda, lho. 

Di dalam rasa cinta, terdapat rasa percaya, keinginan berbagi, dan rasa nyaman berada bersama pasangan. Sementara, di dalam rasa posesif, kamu justru selalu merasa curiga, ingin membatasi, dan merasa terancam jika berada dengan pasanganmu.

Cara Menghadapi Pasangan yang Posesif

Akhirnya, bukannya merasa dikelilingi emosi positif, kamu justru dipenuhi emosi negatif dan tentu saja, hal ini tidak baik untukmu dan pasanganmu.

Biasanya, orang-orang yang memiliki sifat Posesif mengalami pengalaman yang kurang baik dalam hubungan yang dijalani sebelumnya, entah hubungan dalam keluarga atau lingkungan pertamanan, terhitung sejak masa kecil.

Buat orang-orang yang pernah merasa dikhianati atau ditinggalkan, mereka akan cenderung memiliki rasa posesif terhadap orang lain, terutama terhadap pasangan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui pengalaman masa lalu yang memicu rasa posesif dan mencoba berdamai dengan pengalaman tersebut.

Lantas, apa sih yang harus dilakukan untuk menghadapi pasangan yang posesif?

1. Meyakinkan pasangan tentang perasaanmu

Sikap cemburu dan posesif sebenarnya didasari karena si dia merasa insecure alias tidak percaya diri. Ia ragu apakah kamu benar-benar mencintainya dan khawatir kamu akan pindah ke hati lain. 

Minimalisir hal ini dengan meyakinkan bahwa pasangan adalah orang satu-satunya dalam hatimu. Setelah kamu meyakinkannya dengan tegas, ia akan merasa lebih lega dan mengurangi tingkat kecemburuannya.

2. Mengenalkan pasangan pada teman-temanmu

Ajak pasangan ke lingkaran pergaulanmu. Dengan begitu, ia akan mengenal teman-temanmu sehingga tak menaruh rasa curiga apa pun. 

Ia semakin bisa mengenal dan akrab dengan mereka sehingga ia akan merasa "lebih aman" saat kamu sedang bersama teman-temanmu.

3. Hindari sengaja membuatnya cemburu

Cara Menghadapi Pasangan yang Posesif
hipwee

Kamu yang tahu pribadi pasanganmu seperti apa. Jika pada dasarnya pacarmu memang sudah cemburuan, sebaiknya kamu enggak membuatnya cemburu dengan sengaja. 

Jaga jarak saat berteman dengan lawan jenis dan hindari kontak fisik. Pastikan juga kamu tidak menjadikan teman lawan jenismu sebagai tempat curhat, apalagi yang kesannya pribadi. Hargai perasaan pasangan.

4. Filter yang kamu ceritakan

Dalam hubungan, kejujuran adalah hal penting. Namun, kalau kamu sudah tahu bahwa pasangan punya sifat protektif dan gampang cemburuan, ada baiknya kamu filter apa yang hendak kamu ceritakan.

Bukan memintamu untuk berbohong, namun jangan tambahkan bumbu-bumbu yang bisa memperkeruh suasana.

5. Menyindirnya halus

Kalau kamu punya teman yang memiliki watak sama dengan pasanganmu, kamu bisa "pura-pura" menceritakannya pada si dia. Betapa temanmu punya sikap cemburuan dan posesif yang selalu mengekang pasangannya. 

Dengan sindiran halus ini, semoga pacarmu bisa merasa bahwa sikapnya sudah berlebihan.

6. Batasi gerak-gerikmu

Ambil sikap lebih tegas dan jelaskan bahwa sifatnya selama ini terlalu kekanak-kanakan sehingga hal ini justru membatasimu dalam begerak. Kamu pun jadi tidak bahagia dalam hubungan tersebut. Minta pada pasangan untuk mengutamakan rasa saling percaya dan kejujuran di antara kalain.

7. Ambil waktu untuk introspeksi

Jika si dia masih tak bisa mengubah sifatnya, ambil waktu untuk introspeksi diri sebagai langkah terakhir. Dengan cara ini, semoga ia bisa menyadari bahwa ia kelewat batas. 

Ada baiknya untuk memberi waktu pada pasangan untuk introspeksi dan ketahui titik kesalahannya.

8. Sabar

Cara Menghadapi Pasangan yang Posesif

 Memiliki pasangan posesif memang membuat diri kita menjadi terkekang, tertekan dan tidak bebas dalam menjalani hubungan bersamanya. Lalu apa cara pertama yang dapat Anda lakukan? Cobalah untuk sabar, tenangkan dirimu sejenak dan pikirkan segala hal positif. 

Sebab, cinta memang membutuhkan pengorbanan. Dengan bersabar, sudah menandakan bahwa Anda benar-benar mencintainya dengan tulus.

Hubungan yang sehat selalu ditandai sikap-sikap saling menghormati kebebasan pribadi pasangan, tetapi tetap dalam kerangka komitmen yang sehat. Tapi kalau sudah ada sikap posesif yang berlebihan akan menjadi tidak sehat. Untuk itu, buanglah jauh-jauh sikap posesif sekarang juga. :)

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar