Mengapa Cincin Pernikahan Selalu Di Jari Manis ? Inilah Alasannya

Mengapa Cincin Pernikahan Selalu Di Jari Manis ? Inilah Alasannya

Mengapa Cincin Pernikahan Selalu Di Jari Manis

 

Gaes , bahwa di dalam sebuah pernikahan selalu identik menggunakan cincin sebagai tanda cinta kedua mempelai tetapi apakah kalian pernah berpikir kenapa cincin pernikahan harus dipakai pada jari manis? mengapa tidak di jari yang lainnya. Di jempol misalnya?

Di negara kita Indonesia, tidak ada hukum yang mengatur warga negaranya untuk memakai cincin pernikahan pada jari manis, tidak juga dengan negara-negara lainnya. Namun masyarakat kita, dimanapun mereka berada, tradisi memakai cincin di jari manis selalu menjadi tradisi secara turun temurun. Tidak diketahui secara pasti kapan tradisi ini bermula. Meskipun demikian, tetap ada teori yang bisa membantu kita menjawab rasa penasaran tentang asal usul tradisi menarik ini.


Menurut artikel yang pernah saya baca , sekitar 3000 tahun lalu. Pada zaman ketika bangsa Romawi dan Mesir kuno berkuasa di bumi, masa itu belum ditemukan ilmu medis dan kepercayaan-kepercayaannya terhadap benda-benda mati masih kuat. 

Di jaman itulah, anggapan tradisi penyematan cincin ini pertama kali digunakan yaitu oleh bangsa Mesir Kuno. Saat itu mereka belum menggunakan cincin emas seperti sekarang ini, melainkan ilalang/alang-alang yang dipakai sebagai cincin. Masyarakat Mesir kuno mengganggap cincin adalah lambang ikatan cinta yang mendalam.

 
Bangsa Romawi mengenal beberapa macam pernikahan menurut tingkatan kasta dan kebangsawanan mereka waktu itu, semakin tinggi kedudukan seseorang, pernikahan yang dirayakan juga semakin mewah. 

@novia_juli


Pernikahan kasta tertinggi ditandai dengan pengenaan cincin dari pengantin pria kepada pengantin wanita. Masyarakat Romawi menganggap cincin sebagai tanda kepemilikan, bahwa seorang wanita telah resmi menjadi milik pria yang menikahinya.

Cincin dipilih sebagai perhiasan pernikahan karena bentuknya yang melingkar


Simbol Cinta tanpa akhir
Menurut ungkapan teori terkini, cicin dipilih sebagai perhiasan pernikahan karena bentuknya melingkar dan tanpa ujung. Hal itu memiliki arti seperti itulah juga kehidupan pernikahan, berlangsung untuk selamanya. Bahkan ketika maut memisahkan, harapan tetap ada untuk disatukan kembali kelak di akhirat.

 
Simbol Saling Melengkapi
Ketika ikrar atau ijab telah diucapkan oleh sepasang pengantin, maka sahlah mereka menjadi suami istri. Sepasang cincin kawin menjadi simbol saling melengkapi dari pasangan suami istri.
Kehidupan rumah tangga tak ubahnya seperti roda yang berputar, kadang ada di atas, kadang di bawah, ada suka dan ada duka. 

Beda rumah tangga beda masalah dan semua yang terjadi dalam rumah tangga tak lepas dari bagaimana pasangan suami istri menyikapinya. Serupa dengan roda, cincin memiliki bentuk yang sama, bulat dan berputar. Ketika ada masalah, lihatlah cincin kawin yang melingkar di jari manismu. Ingat saat-saat bahagia ketika kalian saling memasamakan cincin tersebut.

 
Sebagai Simbol Kekuatan
Sejak dulu cincin dianggap sebagai perhiasan yang menunjukkan kekuatan. Oleh karena itu cincin kawin yang melingkar di jari manis harus bisa menjadi motivasi yang kuat dalam menjalani pernikahan. Begitu pun dengan pernikahan itu sendiri, seharusnya bisa menjadi kekuatan bagi mereka yang telah mengucapkan ikrar untuk mengarungi hidup bersama

Filosofi Jari Manis

Baiklah, sekarang masuk kepembahasan yang ditunggu tunggu. Mengapa cincin dipakai di jari manis? Kita sendiri masyarakat Indonesia menyebut jari keempat adalah jari manis, di jari manis lah dipakaikan cincin pernikahan.
Ada beberapa pendapat yang berbeda-beda mengenai penempatan cincin di jari manis.



Anggapan berdasarkan tradisi bangsa Romawi jaman dulu, di jari manis terdapat pembuluh darah yang terhubung langsung ke jantung. Saat itu teknologi belum canggih seperti sekarang.
Telah diadakan penelitian bahwa tradisi dari bangsa Romawi itu salah, pembuluh darah khusus yang mereka maksud itu tidak ada atau hanya sekedar mitos saja. Namun karena kepercayaan itu telah mengakar ribuan tahun, sebagian orang percaya bahwa masih ada “pembuluh cinta” di jari manis yang menghubungkan ke jantung.

Sedangkan menurut kebudayaan Tiongkok/Tionghoa, etnis yang pada tahun 1967-2014 kita sebut dengan nama Cina.

@brnssalxs_


 
Orang-orang Tionghoa percaya bahwa jari-jari tangan manusia melambangkan hubungan keluarga. Di setiap jari memiliki melambangkan hubungan keluarga yang berbeda-beda.

 
Menurut mereka, jempol / ibu jari melambangkan orang tua, telunjuk melambangkan saudara, jari tengah melambangkan dirinya sendiri, jari manis melambangkan pasangan hidup, dan terakhir jari kelingking menunjukkan anak-anak.

Teori lainnya yang memperkuat bahwa sudah seharusnya cincin dipakaikan di jari manis yaitu fakta bahwa jari manis jarang digunakan dalam beraktivitas.

Dengan begitu, hal ini akan menjaga cincin agar tidak mudah rusak. Sebenarnya, jari kelingkng juga jarang digunakan, namun jari ini dirasa terlalu kecil. Hal tersebut dinilai cukup merepotkan dalam desain cincin pada jari kelingking.

Penggunaan cincin perkawinan pada jari manis tangan kiri atau tangan kanan tergantung pada setiap individu masing-masing.



Pada budaya barat, penggunaan cincin pernikahan di jari manis bagian tangan kiri karena tangan kiri merupakan tangan yang jarang digunakan untuk aktivitas sehari-hari, sedangkan tangan kanan lebih banyak digunakan dalam semua aktivitas sehari-hari, sehingga cincin pernikahan disematkan di jari manis tangan kiri untuk menghindari cincin terkena goresan dan mudah rusak. 

 
Namun tidak semua negara menggunakan jari manis bagian tangan kiri untuk menyematkan cincin pernikahan. Ada beberapa negara di dunia ini yang menggunakan jari manis pada bagian tangan kanan yaitu India, Norwegia, Peru, Denmark, Venezuela, Spanyol, dan juga Indonesia yang memiliki tradisi menyematkan cincin pernikahan di jari manis bagian tangan kanan.


Mengapa negara-negara ini menggunakan tangan kanan? Alasannya adalah tangan kanan merupakan tangan yang lebih dominan dalam semua aktivitas sehari-hari sehingga dapat dikatakan bahwa tangan kanan merupakan simbol dari pernikahan yang sangat kuat dan tidak mudah goyah meskipun ada badai penghalang

Bagaimanapun, pilihan ada di pada kamu dan pasanganmu. Selama kalian saling percaya dan saling menyayangi, tidak masalah untuk kamu pakai di jari mana dan tangan mana cincin pernikahanmu.



Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar