Teruntuk Kamu Yang Selalu Ditanya "Kapan Nikah?"

menikah itu?

Hai mblo, seberapa sering kamu mendapat pertanyaan dari teman, sanak saudara, emak-emak sosialita tentang "kapan nikah?"
Pertanyaan 'Kapan Nikah' seakan menjadi pelengkap obrolan atau malah menjadi pembuka omongan dalam pergaulan sehari-hari.

Beberapa orang memilih menikah di usia muda, namun di sudut dunia yang lain mereka lebih memilih untuk menikah saat segalanya sudah mapan, meskipun mapan hanyalah sebatas kata yang tidak sama perspesi antar orang.

Bagi sebagian orang, punya pendapatan bulanan sudah dianggap mapan, di sisi yang lain tidak mapan kalo belom beli rumah, mobil pribadi. Di sudut jauh mungkin mereka mengatakan belum mapan kalau belum memenuhi keinginan dan kebutuhan sendiri dulu atau bahkan belom mapan kalau cita-cita belum tercapai. Ya, cita-cita dan keinginan yang belum tercapai menjadi alasan terkuat untuk tidak segera menikah.

mapan menurut KBBI
Mapan? Menurut KBBI mapan adalah mantap (baik, tidak goyah, stabil) kedudukannya (kehidupannya).

Dari penjelasan tersebut saja kita bisa menyimpulkan bahwa persepsi mapan setiap orang itu berbeda. Tidak goyah menurut orang yang satu dengan yang lain itu berbeda. Tidak ada habisnya jika kita menelisik lebih jauh makna mapan, bahkan seorang yang mapan karena memiliki usahapun belum tentu selamanya akan pasang, ya namanya bisnis pasti akan ada surutnya.

Jika Ditanya Kapan Nikah?

Pertanyaan 'Kapan Menikah?' bagi sebagian jomblo seolah menjadi momok berbahaya bagi mereka. Bagi sebagian lain mungkin menganggap pertanyaan tersebut hanya sekedar guyonan atau basa basi yang biasa.

Wahai kaum tuna asmara yang saya cintai... Jika kamu mendapat pertanyaan bertubi-tubi 'KAPAN MENIKAH?' jawab aja BESOK.
yakinlah bahwa kata "besok" adalah doa yang akan mengamini setiap langkah positif menuju pernikahan. Bisa jadi, kata besok yang terlontar benar-benar terwujud.

Dalam waktu waktu dekat kamu segera menikah, bertemu calon jodoh yang tepat, segala persiapan dimudahkan, dan berakhir dengan ijab kabul pernikahan. Jadi sekali lagi, jika kamu masih bingung menjawab pertanyaan, kapan nikah? Maka jawabannya adalah "besok". Amin!

ayosemarang.com

Menikah itu??

Menikah bukan hanya sekedar perayaan yang dirayakan dengan hidangan mewah atau pesta yang megah. Menikah bukan hanya ucapan diplomatis untuk mengesahkan dua insan. Menikah bukan karena Teman-teman atau saudara sudah pada menikah sehingga kita dituntut untuk segera menikah. Menikah bukan karena tuntutan keluarga atau bahkan tetangga, karena banyak sekali seseorang yang menikah karena gunjingan dari tetangga yang menurut saya tidak bisa berempati. Menikah lebih dari itu....

Menikah itu butuh komitmen dari kedua belah pihak, bukan sepihak. Komitmen untuk selalu bersedia mendampingi hidup saat pasang maupun surut. Menikah adalah tentang kesiapan baik dari segi fisik maupun psikis. Tak sedikit pasangan yang menikah muda ujungnya perceraian, namun tak sedikit pula yang sukses hingga maut memisahkan salah satunya.

Menikah itu bukan tentang mereka, bukan tentang siapa, bukan sebatas pertanyaan 'kapan?'. Menikah itu tentang lubuk dasar di hatimu, apakah sudah siap dan pantas untuk kejenjang pernikahan hidup Bersama dalam susah maupun suka selamanya...

Menikah itu berbagi kebahagiaan , bkan mencari kebahagiaan.
Rabi iku dudu mencari bahagia, lha kuwi konsep salah kuwi, rabi kok mencari bahagia… Sopo sing wis rabi golek bahagia..? Tak jamin kecewa kowe…
Makanya ada konsep bahwa kawin di lima tahun pertama di jamin goyah… nanti setelah lewat lima tahun stabil, karena konsep rabi golek bahagia…! Ketika sebelum rabi kamu harus menemukan bahagia dalam dirimu sendiri, kamu sudah selesai dengan dirimu sendiri. Dan ketika kowe rabi urusannya adalah membagi dan memberi kebahagiaan. Lagi-lagi kita tertipu oleh peribahasa “Badai pasti berlalu”, kan ngono kalimate..? Do lali, nek hari yang cerah ki yo berlalu..podo wae…tok pikir badai berlalu njuk entek ra ono badai neh? Yo ono kok mestine…urip kok… Iki sing jomblo bahaya, njuk do wegah rabi iki…”
(Sabrang Mowo Damar Panuluh, "Noe" Letto)

Cinta adalah wilayah rasa yang sangat subjektif, sehingga tidak bisa dikendalikan dengan cara apa pun, termasuk pernikahan. Mengapa orang bisa selingkuh padahal sudah berumah tangga? Itu membuktikan bahwa pernikahan tidak dapat menghentikan sifat liar dari cinta.

Pernikahan adalah tindakan dewasa karena membutuhkan sikap kerelaan untuk tidak menindaklanjuti rasa cinta yang ada kepada selain pasangannya.

Kedewasaan memang ditandai dengan berkurangnya intensitas kebebasan. Anak kecil bisa bebas melakukan apa saja, semaunya, tanpa perlu mempertimbangkan norma sosial. Tetapi, bagi orang dewasa, ia menyesuaikan perilaku dengan norma dan aturan lain yang ada.

Pernikahan itu untuk membatasi, bukan untuk membebaskan. Justru karena sifatnya yang membatasi tersebutlah maka pernikahan membutuhkan kedewasaan.

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar