Ingin Menikah Atau Sudah Siap Menikah ??


Menikah merupakan impian dari setiap orang. Disebut impian dikarenakan pasti yang terbayangkan adalah dapat menghabiskan waktu seharian dengan pasangan. Memiliki seseorang untuk bercanda gurau dan saling menyayangi satu sama lain dan meraih kesuksesan bersama. Namun, dalam pernikahan bukan hanya ada kebahagiaan layaknya sebuah dongeng, justru pernikahan bagaikan menaiki wahana Roller Coaster dimana terkadang berjalan santai dan menyenangkan namun juga terkadang kencang dan menukik.

Saya yakin, tak ada kisah pernikahan di dunia ini yang selalu indah dari awal hingga akhir.

Menikah itu butuh sebuah kesiapan. Entah itu kesiapan materi ataupun psikis. Tak bisa dimungkiri, menikah itu juga butuh dana. Biarpun hanya menikah di KUA, itu pun juga ada uang pendaftaran dan lain-lain kan ya. Belum lagi, bagi mereka yang terbentur dengan adat dan tradisi. Mereka harus merogoh kocek yang tak sedikit untuk menggelar pesta pernikahan.

Menikah itu seperti membangun sebuah negara sendiri. Bisa jadi untuk memulainya tak mengharuskan sebuah kemapanan. Tapi paling tidak kita harus mandiri secara finansial. Bagaimana bisa kita disebut negara yang berdaulat, jika untuk makan dan membiayai kehidupan sehari-hari saja kita masih bergantung dengan negara lain.
bridestory


Menikah itu bukan hanya perkara kita berikrar lalu semuanya selesai. Itu merupakan sebuah ikatan seumur hidup. Kita harus menjaga dan berkomitmen dalam sebuah kesetiaan meski nantinya kita mungkin dilanda kebosanan, kesedihan, kejenuhan, dan ujian-ujian lainnya. Itu bukan perkara yang mudah. Karena dari awal kita tahu persis, bahwa menyatukan dua manusia yang berbeda itu tak semudah yang kita kira.

Coba sebentar tanyakan ke dalam hatimu, apakah kamu hanya ingin menikah atau sudah siap dengan segala resiko dalam pernikahan? Sebelum itu, mari kenali terlebih dahulu perasaan ingin menikah atau telah siap menikah.

1. Pasangan Hidup
Ingin Menikah : Saat ini kamu belum memiliki pasangan / baru kenal dengan pasanganmu, namun kamu memiliki keinginan untuk masuk ke jenjang pernikahan. Karena menurutmu dengan siapa pun pasanganmu asal bisa segera menggelar pesta pernikahan dan merubah status itu sudah cukup.

Siap Menikah : Kamu telah memiliki pasangan yang sudah kamu kenal sifat baik dan buruknya. Kamu tahu pasti bagaimana emosi saat ia merasa kecewa, sedih, bahagia maupun marah. Begitu pula sebaliknya, dengannya kamu merasa menjadi diri sendiri dan ia mampu untuk menerimamu apa adanya. Sehingga kamu merasa kalian adalah pasangan yang sesuai untuk masuk ke jenjang pernikahan.


2. Sifat
Ingin Menikah : Bagimu perasaanmu adalah hal yang terpenting, setelah menikah sudah selayaknya pasanganmu memberikan rasa bahagia yang selama ini kamu cari. Menikah bagimu adalah akhir dari perjalanan hidup, dimana ada kenyamanan, rasa aman dan bahagia yang diberikan oleh pasanganmu.

Siap Menikah : Kamu tahu dengan pasti menikah adalah menyatukan dua sifat yang berbeda. Kunci dari suatu pernikahan yang bahagia adalah sifat mengalah satu sama lain. Terlepas dari siapa yang benar atau yang salah, kebahagiaan pasangan merupakan hal yang paling penting. Sifat seseorang tidak akan bisa berubah dengan mudah, yang dibutuhkan adalah sifat saling mengerti dan juga mengalah.


3. Berjuang
Ingin Menikah : Bagimu menikah adalah pembagian hak dan juga kewajiban, lagi – laki berkewajiban mencari nafkah dan istri berhak untuk mendapatkan kenyamanan baik lahir maupun batin. Setelah menikah, hal ini yang dijadikan patokan, sehingga pernikahan harus sesuai dengan kaidah yang sudah lama ada.

Siap Menikah : Meskipun sudah jelas mengenai hak dan kewajiban antara suami dan istri namun setelah menikah keduanya siap untuk segala kemungkinan buruk yang akan terjadi. Bertukar peran, tidak mendapatkan hak yang seharusnya bukanlah suatu hal yang memberatkan bagimu. Karena bagimu pernikahan adalah perjuangan baru dimana jungkir balik akan dilakukan selama kapal ‘pernikahan’ dapat mengarungi samudra dengan baik.


4. Kisah Cinta
Ingin Menikah : Setelah menikah kamu ingin membuktikan kepada teman – teman dan mantan bahwa kamu telah bahagia. Kamu dengan sengaja mengundang mantan, memamerkan di social media mengenai pernikahanmu.

Siap Menikah : Ketika kamu telah berkomitmen, kamu menutup dengan rapat cerita cintamu di masa lalu. Pernikahan bagimu adalah cerita cinta yang seharusnya menjadi konsumsi pribadi, entah dalam perasaan sedih atau bahagia cukup kalian berdua dan keluarga yang tahu. Karena menjaga perasaan satu sama lain merupakan hal yang utama bagimu.


5. Komitmen Seumur Hidup
Ingin Menikah : Angan – angan yang kamu miliki adalah menikah secara meriah, tinggal di rumah yang nyaman, punya keturunan, karir yang bagus dan hidup bahagia selamanya.

Siap Menikah : Bekerja keras bersama, mengurangi keinginan pribadi untuk kepentingan bersama, bagimu memiliki rumah, karir dan keturunan harus dengan disesuaikan dengan keadaan saat ini. Kamu memilih untuk berjalan dengan kesepakatan bersama, setiap keputusan dari kecil sampai besar diambil dengan pertimbangan matang. Karena bagimu pernikahan adalah hal yang sangat sakral. Sehingga harus dijaga agar berlangsung seumur hidup.

Dari kelima uraian diatas, kamu dapat menimbang jawaban dihatimu apakah kamu hanya ingin menikah atau sudah siap untuk menikah. Karena pernikahan merupakan babak baru yang membuat hidupmu tidak akan berjalan dengan mudah. Menikah bukanlah akhir dari kisah cinta yang indah namun merupakan permulaan dari suatu perjalanan yang penuh rintangan yang terjal. Menikah bukan mencari kebahagiaan , tapi berbagi kebahagiaan.

Jika memang saat ini kamu belum menemukan seseorang yang pas, tak perlu memaksakan memilih orang lain secara asal-asalan. Terserah orang mau bilang apa. Toh, yang menjalani hidup itu kita bukan orang lain. iya to??

Saya pernah membaca sebuah kalimat, entah dari mana saya membacanya, saya lupa. Kira-kira bunyinya seperti ini, “Lebih baik kita ditertawakan karena belum menikah daripada kita tak bisa tertawa setelah menikah”.
:)

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar