Ciri-Ciri Jomblo Bahagia. Begini Cara Mengetahuinya


    “Truk aja punya gandengan, masa kamu enggak?” “Sandal aja ada pasangannya, pasanganmu mana?”

Pernah mendengar lelucon seperti di atas? Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan lelucon orang Indonesia yang ditujukan bagi kaum jomblo itu. Terlepas dari jenis humor seperti itu lucu atau tidak, tentu akan berbeda respon bagi masing-masing orang. Sebagian orang bisa menganggap santai, tapi ada juga yang sensitif dengan cara bercanda seperti itu.

Diantara banyaknya jomblo yang tersebar dimuka bumi, ada dua golongan. Yakni Jomblo yang sibuk mencari pasangan tapi tak dapat-dapat dan selalu mengeluh, atau kita kenal dengan jomblo ngenes. Dan golongan kedua, jomblo yang tidak peduli dengan statusnya sebagai jomblo dan memilih fokus meningkatkan kualitas hidupnya atau kita sebut jomblo berkualitas. Kamu termasuk Jomblo yang mana??

Nah , Berikut ini LIMA CIRI-CIRI JOMBLO BAHAGIA. Simak kuy !!

Menyayangi diri sendiri

Jomblo bahagia, menurut saya, memang sudah sepatutnya menyayangi diri sendiri, selain karena memang tidak punya pasangan untuk disayangi, juga karena tidak mau jatuh dalam kesengsaraan tiada arti, seperti pacaran yang ecek-ecek belaka. Kalau dilihat secara sekilas, jomblo tipe penyayang diri sendiri ini memang agak egois, karena alasan dia gak mau pacaran adalah gak mau sakit hati gara-gara orang lain, dia lebih milih jadi jomblo ketimbang pacaran sama orang yang gak bener: Mending sayang sama diri sendiri daripada sayang sama orang yang gak tepat.


Gak baper-baperan di sosmed

Jomblo bahagia tidak seperti makhluk-makhluk jomblo lainnya di muka bumi ini yang setiap pagi sore update status kata-kata bijak—hasil bajak—dan sedih menyayat hati. Mereka seringkali ogah mengumbar status kejombloan karena mereka merasa itu tidak penting benar untuk diumbar. Gak semua yang ada di kehidupan kita harus dinyatakan ke dunia maya, bukan?

Dan jomblo, menurut mereka, bukan sesuatu yang genting dan membutuhkan pertolongan segera, mereka masa bodoh dengan hal tersebut: itulah yang membuat mereka ogah mengunggah status kejombloan mereka yang seolah mempromosikan kejombloandiri pada orang-orang.


Punya standar yang tinggi dalam hal pasangan

Jomblo bahagia memang agak jual mahal dalam perkara mencari pasangan. Mereka gak mau pasangan yang biasa-biasa saja.Sedangkan jomblo tidak bahagia, yang seringkali mengumbar kepelikan asmara di sosial media, justru seringkali tidak punya standar atau kriteria tertentu dalam perkara cinta. Ya, yang penting mau ajalah. Sebodo amat mau cantik atau tidak, mau tinggi mau rendah, mau bini apa laki—atau bahkan banci. Terserah. Yang penting punya.


Mandiri

Sudah barang tentu jomblo bahagia itu mandiri, mereka tidak peduli apakah ada teman atau gak. Mereka santai-santai wae. Dalam hidup atau karir juga begitu. Mereka tidak peduli apakah mereka cuma sendiri atau ada teman. Kalau mereka suka, ya, mereka lakukan. Nah, sedangkan jomblo tidak bahagia, mereka seringkali bilang gini: ogah, ah, jalan malam minggu, gak ada pasangan. Gitu. Jomblo bahagia, mah, gak peduli ada atau gak pasangan, kalau mau malam mingguan, ya malam mingguan aja.


Tidak mengaku-ngaku jomblo bahagia

Ini merupakan hal biasa yang terjadi di Indonesia. Biasanya, Akang-akang jual madu yang koar-koar ngaku madu asli malah bukan madu sungguhan. Sistem pemasaran dengan membodohi konsumen semacam itu juga terjadi dalam dunia perjombloan. Mereka yang biasanya di status-status ngaku: gue jomblo, dan gue bahagia! Justru patut dipertanyakan status kejombloannya. Emang bener situ jomblo bahagia? Kok promosi banget!?

Well, pada akhirnya, di atas semua yang lima tersebut, ada ideologi yang mengakar di otak para jamaah kaum jomblo bahagia, bahwa: jomblo itu bukan sebuah takdir hidup yang nista, status yang acap kali dipandang sebelah mata oleh orang-orang itu adalah sebuah pilihan, sebuah pencapaian yang punya derajat tinggi. Allah akbar!

Nah, itu tadi lima ciri-ciri jomblo bahagia menurut saya. Apakah pendapat ini salah atau benar sudah barang tentu bukan hak saya untuk mengaku-ngaku. Tapi, bagaimana pun ciri-cirinya, pertanyaan semacam ini tetaplah akan keluar jua:

Apakah saya jomblo bahagia?

Apakah kamu jomblo bahagia?

Apakah kita jomblo bahagia?


Yah, kalau enggak, sih, hayuk dah kita tukeran nomor whatsapp aja. Saya ini jomblo bahagia loh.Terserah, yang penting punya.

Loh, kok….

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar