5 Hal Penting Hikmah Salat Tarawih Bulan Ramadhan


Bulan Ramadhan pada dasarnya bukan hanya sekedar bulan puasa untuk menahan lapar dan haus saja. Lebih dari itu, bulan ini juga menjadi bulan ibadah dan panen pahala. Ada banyak ibadah khusus dan keutamaan yang hanya Allah berikan pada bulan ramadhan saja. Karena itu, tak jarang orang – orang berlomba – lomba dalam beribadah selama bulan Ramadhan.

Salah satu ibadah khas yang ada pada bulan Ramadhan adalah salat tarawih. Pada umumnya, salat tarawih ini dilakukan setelah shalat isya dan dilakukan secara berjamaah di masjid. Ada yang melaksanakannya sebanyak 11 rakaat, namun ada juga yang melaksanakan salat tarawih sebanyak 23 rakaat.

Hal itu adalah perbedaan yang wajar dan tidak perlu menjadi masalah. Yang terpenting adalah kita mampu menghidupkan malam bulan ramadhan dengan salat tarawih. Karena dalam beberapa riwayat, dikatakan bahwa orang yang melaksanakan tarawih dengan mengharap ridho Allah, maka dosa – dosanya yang telah lalu akan dihapuskan oleh Allah.

Tapi, selain dihapuskan dosa – dosanya, salat tarawih juga memiliki berbagai hikmah lainnya. Berikut ini adalah beberapa hikmah shalat tarawih yang perlu Anda ketahui:


1. Salat Sunnah Paling Utama

Ulama hanabilah atau ulama yang memegang madzhab Hambali mengatakan bahwa shalat tarawih adalah salat sunnah yang paling utama dibandingkan dengan shalat sunnah lainnya. Selain itu, shalat sunnah ini adalah salah satu dari sedikit salat sunnah yang pelaksanaannya sunnah dilakukan dengan berjamaah. Bahkan shalat ini juga dikatakan serupa dengan shalat fardhu.S

Selain salat tarawih, salat sunnah yang paling utama lainnya adalah salat rawatib. Yaitu salat sunnah yang dilakukan sebelum atau sesudah salat fardhu. Sementara, salat sunnah yang pelaksanaannya sangat dianjurkan untuk dilakukan berjamaah adalah salat kusuf atau salat gerhana, kemudian salat tarawih.


2. Diampuni Dosanya Yang Telah Lalu

Seperti dikatakan sebelumnya, salah satu keutamaan salat tarawih adalah mendapatkan pengampunan atas dosanya yang telah lalu. Hal ini sesuai dengan HR. Bukhori no. 37 dan Muslim no. 759, yaitu:

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa – dosanya yang telah lalu akan diampuni”

Menurut An-Nawawi, yang dimaksud dengan “qiyam ramadhan” pada hadits ini adalah salat tarawih. Sedangkan yang dimaksud dengan “pengampunan dosa” menurut An-Nawawi hanyalah dosa kecil saja. Sedangkan menurut Ibnul Mundzir, dosa yang dimaksud termasuk dosa besar dan dosa kecil. Jadi, maksud dari hadits ini adalah orang yang melaksanakan salat tarawih yang dilakukan karena iman dan mencari pahala Allah, maka Allah akan menghapuskan dosa – dosa yang orang tersebut miliki.

Tentu saja jika orang tersebut shalat tarawih dengan niat yang benar, dan bukan karena riya’ atau alasan – alasan lain selain Allah.


3. Seperti Salat Semalam Penuh

Dalam salah satu hadits Dari Abu Dzar ra., Nabi SAW pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya, lalu bersabda:
“Siapa yang salat bersama imam sampai selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh”.

Hadits ini merupakan anjuran bagi umat muslim untuk melaksanakan salat tarawih secara berjamaah. Selain itu, dianjurkan pula untuk mengikuti salat tarawih sampai dengan imam selesai melaksanakan salat.


4. Menyemarakkan Bulan Ramadhan

Hikmah lain yang didapat melalui salat tarawih adalah syiar islam. Artinya, dengan melaksanakan salat tarawih, maka Anda ikut menyemarakkan bulan ramadhan dengan beribadah. Adanya salat tarawih juga merupakan ibadah khusus yang hanya ada di bulan ramadhan. Dimana pada bulan tersebut Allah menurunkan keberkahan, ampunan, dan anugerah.

Karena itu, akan lebih baik jika masa bulan ramadhan diisi dengan kegiatan – kegiatan yang positif atau dengan ibadah – ibadah. Salah satunya dengan melaksanakan salat tarawih. Apalagi, biasanya pada saat tarawih juga akan ada ceramah yang disampaikan. Sehingga, bisa dibilang bahwa salat tarawih adalah salah satu sarana untuk mengedukasi umat dan mengenal nilai – nilai islam lebih dalam lagi.


5. Mempererat Tali Silaturrahmi

Biasanya, salat tarawih diadakan secara berjamah di masjid – masjid. Pada saat itu, berbagai lapisan masyarakat di sekitar masjid akan datang ke masjid untuk melakukan salat tarawih. Momen ini bisa menjadi sarana antar sesama warga untuk saling mengenal dan mempererat tali silaturrahmi.

Siapa tahu, melalui pertemuan di masjid saat tarawih itu, Anda bertemu dengan kenalan baru. Yang bisa saja dari situ justru membuka pintu rezeki Anda yang lainnya. Akan tetapi, perlu diingat bahwa pada dasarnya, niat untuk salat tarawih adalah untuk beribadah kepada Allah. Dan hal – hal di samping itu adalah hadiah atau bonus yang Allah berikan.



Nah, itulah 5 hikmah yang bisa Anda dapatkan dengan melaksanakan salat tarawih pada bulan Ramadhan. Khususnya jika Anda melaksanakan salat tarawih di masjid. Dengan berbagai hikmah yang bisa didapatkan lewat salat tarawih ini, rasanya sayang jika Anda melewatkan kegiatan salat tarawih.

Apalagi, salat tarawih ini adalah salat sunnah khusus yang waktunya terbatas. Artinya, hanya ada pada saat bulan ramadhan saja. Karena itu, ada baiknya jika Anda bisa memanfaatkan momen ini dengan melaksanakan salat tarawih secara rutin selama bulan Ramadhan. Namun bagaimana pelaksanaan salat sunah Tarawih di tengah adanya pandemi Covid-19?
"Sudah bisa ditemukan jawabannya di dalam fatwa," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Anwar Abbas saat dihubungi Suara.com, Jumat (3/4/2020).

Fatwa yang dimaksud ialah yang pernah dikeluarkan MUI pada 16 Maret 2020 dan diteken oleh Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF. Fatwa itu mulanya dibuat untuk mengatur hukum salat Jumat di tengah pandemi Covid-19.

Namun, ketentuannya sama dengan salat sunah Tarawih yakni sama-sama tidak diperkenankan untuk melaksanakan salat berjamaah di masjid.

Salah satu contoh ketentuan hukumnya ialah bagi orang yang telah terpapar virus Corona, wajib menjaga dan mengisolasi diri agar tidak terjadi penularan kepada orang lain. Baginya haram melakukan aktifitas ibadah sunnah yang membuka peluang terjadinya penularan, seperti jamaah shalat lima waktu/rawatib, shalat Tarawih dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan tabligh akbar.

Kemudian bagi orang yang sehat dan yang belum diketahui atau diyakini tidak terpapar COVID-19, harus memperhatikan beberapa hal yakni apabila ia berada di suatu kawasan yang potensi penularannya tinggi atau sangat tinggi berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang maka ia boleh meninggalkan salat Jumat dan menggantikannya dengan shalat zuhur di tempat kediaman, serta meninggalkan jamaah salat lima waktu atau rawatib, Tarawih, dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya.

Lebih lanjut, dalam kondisi penyebaran COVID-19 tidak terkendali di suatu kawasan yang mengancam jiwa, tidak boleh menyelenggarakan aktifitas ibadah yang melibatkan orang banyak dan diyakini dapat menjadi media penyebaran Covid-19, seperti jemaah shalat lima waktu/rawatib, salat Tarawih dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan majelis taklim.
Akan tetapi, apabila dalam kondisi penyebaran COVID-19 terkendali, umat Islam wajib menyelenggarakan salat Jumat dan boleh menyelenggarakan aktifitas ibadah yang melibatkan orang banyak, seperti jemaah salat lima waktu atau rawatib, salat Tarawih dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan majelis taklim dengan tetap menjaga diri agar tidak terpapar Covid-19.



Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar