Deretan Foto "Social Distancing" ala Warga +62 Ini Kocak



Nggak ada matinya kelakukan netizen Indonesia emang!

Wabah virus corona saat ini telah masuk ke dalam tahap yang mengkhawatirkan. Banyak negara yang pada akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah lockdown guna mempersempit ruang gerak penyebaran virus corona. Meski hal itu bisa dibilang langkah pencegahan yang paling baik, namun virus corona akan tetap mengincar nyawa manusia selama belum ditemukannya vaksin untuk menghabisi penyakit COVID-19.

Pemerintah Indonesia pun menyarankan agar masyarakat untuk melakukan social distancing. Nah, uniknya, netizen +62 ini punya berbagai cara menyikapi social distancing. Berikut ini deretan aksi kocak netizen Indonesia dalam menyikapi social distancing. Langsung aja kalau gitu kita Keepo bareng-bareng.

1.Motor khusus social distancing
Pabrikan sepeda motor ada nggak yang mau memproduksi sepeda motor yang seperti ini?


2.Main sama hewan aja deh
Katanya sih hewan peliharaan nggak bisa nularin virus corona. Jadinya, main sama doi di kandangnya aja biar aman.



3.Social distancing atau ngambek nih?
Perbedaan antara social distancing sama lagi musuhan kayaknya memang beda tipis, ya!



4.Ini sih nggak mau diganggu namanya
Jaga jarak sama anak, tapi sama istrinya enggak. Kalau udah gini sih namanya emang nggak mau diganggu aja!



5.Bukan social distancing
Gurunya di sekolah, muridnya di rumah. Social distancing-nya kok gitu aman, ya?


6.Ini sih diskriminasi
Ini sih bukan social distancing namanya, tapi diskriminasi. Yang lain satu meja, eh nih orang malah duduk di luar. Kasian banget, ya!



7.Gak gini juga
Tuh 'kan bener! Antara social distancing sama pacar lagi ngambek itu beda-beda tipis!



8.Udah lockdown ini mah!




Deretan potret unik netizen Indonesia dalam menyikapi social distancing ini memang bikin ngakak. Di Indonesia sendiri, sistem lockdown memang belum bisa diterapkan lantaran dampaknya mungkin akan luar biasa bagi masyarakat. Kita mungkin sudah melihat bagaimana sikap dan reaksi masyarakat Indonesia kepada pasien 01 positif corona saat identitasnya terbuka.

Selain itu, ada pula kasus ketika ojek online yang menolak untuk menjemput serta mengantarkan penumpang ke wilayah pasien 01 karena takut tertular corona. Padahal, virus corona sendiri tidak akan bisa hidup tanpa inangnya. Jika penderitanya sudah sembuh, otomatis virus pun akan mati.

Penyakit ini sendiri memang menjadi dilema di Indonesia. Di satu sisi pemerintah tengah berupaya untuk mempersempit ruang gerak penyebaran virus corona, namun di sisi lain masyarakat Indonesia sangat bandel lantaran masih seneng buat ngumpul di tempat yang banyak orang alias kerumunan.

Parahnya, ketika pemerintah memutuskan untuk meliburkan sekolah hingga perkantoran selama 14 hari ke depan guna mencegah penyebaran virus corona, masyarakat Indonesia malah memanfaatkan kondisi tersebut untuk berlibur. Lalu, apa jadinya jika pemerintah pada akhirnya benar-benar menerapkan sistem lockdown di seluruh wilayah Indonesia?






Sumber Line

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar