-->

Ramai Digandrungi Kaum Milenial, Apa Itu NFT dan Bagaimana Cara Mendapatkan Uang dari NFT?

Akhir-akhir ini linimasa media sosial ramai membicarakan tentang Ghozali Everyday yang sukses dengan Non-Fungible Token (NFT). Pria dengan nama lengkap Sultan Gustaf Al Ghozali ini menjual swafoto atau selfie miliknya di platform OpenSea dan menuai milyaran rupiah!

Sebenarnya, apa itu NFT, seperti apa cara kerjanya, dan bagaimana cara menghasilkan uang di sana?

Apa Itu NFT

Bagi pejuang-pejuang karya digital, pasti sudah tidak asing lagi dengar nama NFT atau Non Fungible Token yang sekarang lagi hype.

Mungkin kata fungible sendiri banyak dari kita yang belum tau, kata fungible sendiri yang berarti sepadan, untuk mudah memahaminya saya akan menggunakan kata sinonimnya yaitu replaceable atau tergantikan.

Non Fungible Token adalah suatu karya digital kita yang terverifikasi oleh teknologi bawah hak miliknya itu adalah milik kita dan karya tersebut bisa diperjualbelikan, dan itu yang membuat NFT ini menjadi hype.

Saya akan mengilustrasikan biar lebih mudah dipahami. contoh beras, Ada 3 beras, beras 1, beras 2, dan beras 3 itu fungible/ replaceable karna fungsinya sama dan yang tidak fungible/ replaceable adalah lukisan monalisa, kita sendiri tau lukisan monalisa yang asli itu ada di mana.

Dari ilustrasi yang barusan dapat dijelaskan non fungible/ replaceable atau yang tidak tergantikan pasti lebih mahal daripada sesuatu yang dapat tergantikan.

Jadi, bagi kalian yang bisa berkarya atau bisa membuat karya secara digital, kalian dapat memperjualbelikan karya kalian secara autentik.

Pertanyaan berikutanya adalah bagaimana cara memverifikasi yang menyatakan bahwa itu adalah karya kita? cara verifikasinya dengan teknologi yang bernama BLOCKCHAIN.

Secara sederhana Blockchain di ibaratkan seperti bank namun bedanya blockchin tidak satu entitas, melaikan semua server atau komputer yang ada alam ekosistem tersebut.

Misalnya kita menjual karya kita ke orang lain, maka transaksi kita akan di rekam oleh sistem yang bernama blockchain, dan pas di angkat ke teknologi, sekian banyak orang akan memverifikasi bahwa karya kita sudah dibeli oleh orang tersebut.

Banyak blockchain yang mendukung NFT, tapi yang lebih sering di pakai adalah Ethereum (ETH), harga (1 ETH hari ini 12/01/2022 adalah Rp47,997,058.32) dan hype NFT ini berkolerasi dengan harga ethereum yang sekarang makin lama makin naik.

Apa kalian harus menjual NFT? Menurut saya NFT bisa menjadi sesuatu kalau kita pnya nama,contohnya kalian sebagai pembeli apakah kalian mau membeli sebuah gambar abstrak jika karya itu dari orang yang tidak terkenal/.

Sebaliknya jika karya tersebut bisa dibuat oleh Leonardo Da Vinci pasti banyak orang berbodong-bndong untuk membeli karya tersebut. Jadi balik lagi pada fungsi seni dimana cara orang-orang kaya menunjukan status sosial mereka.

Bagaimana cara menjualnya? Yang paling terkenal adalah Opensee.io yang diman kalian membutuhkan Metamask Wallet, dan sepengetahuan saya untuk mau melisting kalian akan dikenakan gessfee untk verifikasi bahwa kerya kita sudah ada di Blockchin tersebut.

Saya ada contoh NFT yang laku terjual dengan harga yang fantastis : (cek gambar dibawah ini)

Bayangkan gambar di atas laku dengan harga fantastis, apakah kalian tertarik? Jangan buang waktu lagi untuk membuat karya digital, bagi yang belum paham sama sekali kalian bisa nonton di Youtube, banyak sekali totorial yang di bagi disana.

Berikut ini cara menjual NFT, menurut The Motley Fool :

Pilih pasar dan buat NFT

Langkah pertama adalah memilih pasar NFT yang tepat. Pikirkan pasar ini sebagai Amazon (NASDAQ:AMZN) dari dunia NFT, gudang online karya digital yang dapat dibeli atau dijual. Ada lusinan pasar, dan banyak di antaranya berspesialisasi dalam jenis aset digital tertentu. OpenSea saat ini menawarkan pasar NFT terbesar dan paling beragam.

Setelah Anda memilih pasar yang ingin Anda gunakan, tautkan dompet cryptocurrency yang didanai, pilih opsi "Mint an NFT", dan unggah dokumen digital Anda. Proses setiap pasar akan sedikit berbeda, tetapi sebagian besar memungkinkan Anda untuk mencetak NFT hanya dengan beberapa klik.

Perhatikan juga bahwa jika Anda tertarik untuk secara pasif memonetisasi pekerjaan Anda dari waktu ke waktu melalui royalti (persentase dari setiap penjualan NFT Anda berikutnya di pasar sekunder, dibayarkan kepada Anda), Anda biasanya akan menetapkan jumlah royalti tersebut selama proses pencetakan.

Cantumkan NFT Anda untuk dijual

Setelah Anda mencetak NFT, Anda akan diberikan pilihan untuk mendaftarkannya dijual di pasar. Perhatikan bahwa meskipun Anda dapat mentransfer dan menjual NFT Anda di pasar lain, mungkin dikenakan biaya tambahan.

Klik tombol "Jual", dan ikuti petunjuknya. Di sini Anda akan dapat memberikan beberapa detail tentang transaksi seperti harga atau batas waktu lelang dan mata uang kripto yang dapat digunakan pembeli NFT untuk membayar Anda.

Pasar akan menghitung biaya gas atau gas fees apa pun pada titik ini, yang merupakan biaya jaringan blockchain Ethereum untuk mencatat transaksi. Biaya gas ini bervariasi tergantung pada seberapa sibuk jaringan blockchain saat ini. Pasar itu sendiri juga akan mencantumkan biayanya untuk menangani penjualan, biasanya persentase dari harga jual NFT akhir.

Kelola daftar Anda

Setelah Anda menyelesaikan daftar, NFT Anda tersedia untuk dibeli di pasar. Sekarang Anda perlu mempromosikan penjualan kepada pelanggan potensial melalui situs web atau media sosial Anda. Anda juga dapat mengelola cantuman NFT, namun ingat bahwa membuat perubahan atau menghapus cantuman dapat dikenakan biaya lain, dan biaya gas yang telah Anda bayarkan tidak dapat dikembalikan.

Apa kelemahan NFT?

Dilansir The Verge, siapa pun bisa menyalin atau menyimpan file digital sebanyak yang kita inginkan. Termasuk seni dalam bentuk NFT. Mengapa orang mau bersusah payah membayar mahal jika bisa gratis?

Ini karena NFT dirancang untuk memberi pembeli kepemilikan karya (ownership of the work). Sama seperti karya seni fisik, kreator atau penciptanya masih memiliki hak cipta (copyright) dan hak reproduksi (reproduction rights).

Kurang lebih analoginya adalah "Siapa pun bisa membeli replika lukisan Claude Monet, tetapi hanya satu orang yang bisa memiliki yang asli. Kebanggaan dan gengsi inilah yang dicari sebagian orang, terutama kalangan atas yang menjadikannya sebagai koleksi.

Selain itu, sebagian orang kadang-kadang kurang memahami proses teknis dalam perdagangan NFT. Seperti biaya untuk membayar penambangan (mining) dalam setiap interaksi dengan blockchain.

Mengutip Live Mint, penambangan didefinisikan sebagai perhitungan komputer yang membutuhkan energi dalam jumlah besar untuk memverifikasi setiap transaksi. Investopedia menjelaskan bahwa transaksi Ethereum membutuhkan 220,05 kilowatt-jam (kWh) listrik atau setara dengan 7,44 hari konsumsi listrik rata-rata rumah tangga AS.

"Intinya, data menunjukkan bahwa NFT jauh dari investasi pasti," perusahaan perangkat lunak berbasis New York, Chainalysis mengatakan.

Anda mungkin menyukai postingan ini

  1. Untuk menyisipkan sebuah kode gunakan <i rel="pre">code_here</i>
  2. Untuk menyisipkan sebuah quote gunakan <b rel="quote">your_qoute</b>
  3. Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image">url_image_here</i>

DMCA.com Protection Status

Page Load Time...