Apa Sih Bedanya Nikah Dan Kawin? Yuk Cari Tahu Disini! -->

Apa Sih Bedanya Nikah Dan Kawin? Yuk Cari Tahu Disini!

Nikah atau Kawin Lebih Dulu?

Saat adanya resepsi pernikahan, banyak orang Indonesia yang masih suka menyebutnya sebagai kawinan ataupun nikahan. Perdebatan tersebut kadang menjadi topik yang tidak berkesudahan dan akan terus diulang-ulang kembali ketika ada resepsi. Perbedaan yang mencolok antara nikah dan kawin adalah konotasinya, terkadang kawin sering dikonotasikan pada hal yang sedikit negatif.

Buat yang sudah dewasa pasti sering menggunakan kata-kata ini sebagai bahan bercandaan. Pasalnya, nikah dan kawin seperti saudara kembar dengan sifat yang berbeda.

Perbedaan Nikah dan Kawin?

Untuk memperjelas perbedaan arti 'kawin' dan 'nikah', saya akan mengutip pengertian keduanya dari Kamus Besar Bahasa Indonesia versi online/daring atau untuk selanjutnya kita singkat menjadi KBBI online.

Kawin menurut KBBI online :
  • membentuk keluarga dengan lawan jenis; bersuami atau beristri; menikah. Contoh dalam kalimat : ia kawin dengan anak kepala kampung;
  • melakukan hubungan kelamin; berkelamin (untuk hewan);
  • bersetubuh. Contoh dalam kalimat : Kawin sudah, menikah belum;
  • perkawinan

Sedangkan Nikah menurut KBBI online :
    ikatan (akad) perkawinan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama. Contoh dalam kalimat : Hidup sebagai suami istri tanpa nikah merupakan pelanggaran terhadap agama;
Saya mengambil kata dasarnya, karena sudah cukup jelas terpampang nyata.

Jelas terlihat bahwa nikah adalah penyatuan dua insan manusia beda jenis kelamin yang sah secara hukum dan agama; sedangkan kawin lebih mengacu pada 'bersetubuh', tapi tak sah secara hukum dan agama, kecuali kalau dilakukan setelah menikah.

Kawin seringkali bermakna lebih negatif dibanding nikah karena kawin lebih sering digunakan untuk menggambarkan hubungan biologis antara laki-laki dan perempuan. Sementara, nikah digunakan untuk menggambarkan upacara resmi saat sepasang mempelai pengantin mengucap janji suci.

Walaupun definisi dan perbedaan nikah dan kawin sudah jelas, namun kedua kata ini tetap mempunyai keterbatasan pemakaian dalam kalimat, yang mana terdapat gabungan kata atau struktur yang tak memungkinkan dapat diganti antara satu dengan yang lain karena menjadikan kalimat atau gabungan kata tersebut tidak bermakna, sehingga terjadi kesalahan interpretasi.

Contohnya ialah gabungan dari "mas kawin" yang merujuk pada mahar untuk diserahkan kepada pihak pengantin perempuan dari pihak lelaki, tidak bisa kemudian diganti dengan kata "mas nikah". Lalu "akad nikah" yang merujuk pada prosesi acara Ijab Kabul (pengucapan kalimat janji dalam pernikahan) dan tidak bisa diganti dengan gabungan kata "akad kawin" sebab gabungan kata yang kedua mempunyai pengertian "kesepakatan dalam berhubungan intim" atau lebih popular dengan bahasa "kawin kontrak".

Mari kita telusuri asal usul kata kawin dulu agar tidak ada kesalah pahaman.

Perlu kamu ketahui bahwa proses terbentuknya sebuah kata menjadi kata yang sekarang itu lumayan panjang. Seperti kata kawin, Kata ini bermula dari bahasa Sansekerta "VINI" (Bukan Vini JKT48 lho ya). Artinya bisa macem-macem, banyak banget. Di antaranya ada membawa pergi, mengantar pergi, mengusir pergi, mengiring kuda, melatih kuda, mengajar, menghukum, sampai menyiksa.

Kata "VINI" kemudian diturunkan ke bahasa Jawa Kuno jadi"HAWIN/AWIN" yang berarti membawa, memikul, memanggul, memboyong, dan mengemban.

Kemudian kata "HAWIN/AWIN" ini lalu dapat imbuhan "ka-" di depannya jadi "KAHAWIN/KA-AWIN". Imbuhan ini sama fungsinya kayak imbuhan "di-". Jadi artinya ya dibawa, dipikul, diboyong, dst. Selain "kahawin/kawin", kata "VINI" juga diturunkan jadi "BINI" yang artinya istri atau gadis yang dikawinkan. Dan istilah tersebut masih ada sampai sekarang.

Kawin berarti hanya berhubungan seks atau bersetubuh?
Paham seperti entah sejak kapan munculnya. Namun dengan penjelasan asal-usul kata kawin yang berasal dari kata Sansekerta, maka uda ketahuan tuh bahwa kawin tidak ada kaitannya sama sekali dengan hubungan seksual.

Lalu apa makna dari kata nikah?

Dilansir dari web Mojok, kata nikah berasal dari bahasa Arab dan merupakan serapan dari kata benda an nukh yang memiliki kata kerja nakaha. Makna asli kata ini sendiri adalah ‘berkumpul’, ‘berhimpun’, atau ‘berhubungan seksual/menyetubuhi’.

Seorang ahli bahasa Arab juga pernah menyebutkan bahwa an nukh merupakan kata yang merujuk pada organ kemaluan. Soalnya, di Arab, istilah nukah al Mar’atu sendiri bermakna ‘organ kewanitaan’, sehingga nakaha al mar’ata berarti ‘menggauli organ kewanitaan’. Sementara itu, istilah yang ‘lebih halus’ ditunjukkan dengan penggunaan kata zauwj (yang sering kali diterjemahkan sebagai kata kawin) karena berarti ‘berpasangan’ dan ‘menyatu dalam ikatan perkawinan’.

Nah loh, justru makna hubungan seksual terdapat pada kata nikah. Kalo di Arab, sebenarnya mereka punya dua kata yang merujuk pada nikah/kawin ini. Yang kedua itu "ZAUWJ" yang artinya berpasangan, berdua menjadi sepasang, menyatu dalam ikatan perkawinan. Jadi kalo di Arab, istilahnya: "zauwj dulu, baru nikah".

Jadi, sudah paham kan bedanya arti nikah dan kawin, jangan jadi perdebatan lagi pas resepsi. Nanti kamu malah gak kebagian zuppa soup sama kambing guling, lho!

Anda mungkin menyukai postingan ini

  1. Untuk menyisipkan sebuah kode gunakan <i rel="pre">code_here</i>
  2. Untuk menyisipkan sebuah quote gunakan <b rel="quote">your_qoute</b>
  3. Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image">url_image_here</i>

DMCA.com Protection Status

Page Load Time...