Kutipan-Kutipan Cerdas dan Tajam dari Najwa Shihab untuk Anak Muda Indonesia

Kutipan-Kutipan Cerdas dan Tajam dari Najwa Shihab untuk Anak Muda Indonesia



"Indonesia butuh anak muda. Rebahan secukupnya, berjuang selelahnya."
Najwa Shihab


Siapa yang tak kenal Najwa Shihab? Sepak terjangnya di dunia jurnalistik Indonesia sudah tak perlu kita pertanyakan kembali. Merintis karir sejak tahun 2000, wanita kelahiran Makassar tersebut kini sudah menapaki karier sebagai jurnalis profesional yang dikagumi banyak orang. Mbak Nana, sapaan akrab Najwa, bahkan kerap menjadi role model banyak kaum muda.

Najwa Shihab dikenal masyarakat Tanah Air sebagai salah satu pembawa acara yang sering melontarkan pertanyaan tajam kepada narasumbernya. Parasnya yang cantik semakin membuat putri dari ulama besar Qurasih Shihab itu semakin mudah dikenali publik.

Gaya bicaranya yang lugas dan tegas membuatnya dipercaya untuk mewawancarai berbagai tokoh terkenal di Indonesia. Tak hanya itu saja, Najwa Shihab juga dikenal sebagai pribadi yang penuh integritas dan dedikasi tinggi saat menjalankan profesinya. Sosoknya yang cerdas dan tegas membuat Najwa dianggap sebagai seorang perempuan menginspirasi.

Tak hanya piawai menggali informasi dan mengarahkan lawan bicara dalam sebuah percakapan yang renyah dan mendalam, Najwa Shihab juga kerap membagikan inspirasi bagi khalayak pendengar melalui kata-kata mutiaranya yang penuh arti dan inspirasi.

Nah kali ini, saya sudah mengumpulkan kutipan-kutipan brilian dari Mbak Nana tentang anak muda Indonesia. Langsung aja yuk!

1. Tengoklah kumpulan berkas di lemarimu, ijazah telah bertumpuk. Apakah begitu dengan kepedulian dan kepekaan terhadap negaramu?



2. Masih muda tak punya idealisme, tak ada bedanya menggaris tanpa penggaris.



3. Salah satu pilar penting kehidupan adalah pendidikan, meski di beberapa wilayah masih jadi anak tiri yang kesepian



5. Bahkan tak sedikit aparat hukum yang melanggar hukum itu sendiri. Dari mana kami bisa melihat teladan?



6. Orang-orang baik tak boleh diam, karena yang jahat tak boleh terus-terusan kejam



7. Jangan gara-gara nikmat duniawi, korupsi tak kita musuhi sejak dini.



8. Bagaimana bisa kita dengan jelas melihat seseorang kalau ia tak ada bedanya dengan orang yang lalu lalang?



9. Kita tak boleh diam menyaksikan kepalsuan jika kita tak ingin ikut-ikutan dinilai palsu



10. Dan inilah paling bahaya, apa bedanya dengan tokoh-tokoh antagonis di cerita masa lalu kalau kamu serakah?




11. Mari satukan visi mewujudkan Indonesia damai dengan bijak mengelola perbedaan, dalam kerukunan dan bukan permusuhan



 

12. Tak peduli apapun agama dan kepercayaanmu, harusnya kamu memahami dan mengilhami betul kata-kata ini!



13. Seperti budaya latah dalam masyarakat kita, cobalah untuk menjadi kepala, jangan ekor melulu!



Bagaimana kutipan-kutipan brilian dari Mbak Nana di atas? Kalau kamu anak muda yang bijak, kamu pasti akan melihat hal tersebut bukan hanya sindiran, tapi juga sebagai bahan untuk refleksi dan introspeksi diri. Terkadang, kita memang butuh tamparan untuk menjadi individu yang lebih baik.


Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar