Asal Usul Lambang Cinta , Kamu Udah Tau ??

Asal Usul Lambang Cinta , Kamu Udah Tau ??


Hidup tanpa cinta, bagai taman tak berbunga.. haaaaaiii~ begitulah kata para pujangga

kata diatas adalah penggalan lirik lagu dangdut ciptaannya Rhoma Irama yang berjudul Kata Pujangga. Berbicara tentang cinta, tentu tidak akan ada habisnya. Muali dari cinta monyet sampai cinta fitri..eh , udah gak ada ya cinta fitri :D. Tentunya semua manusia hidup berdampingan dikarenakan cinta. Coba kita bayangkan jika hidup tanpa cinta? Wah pastinya akan terasa membosankan.

Selama ini, kita sering menggunakan lambang hati untuk mengekspresikan perasaan cinta. Namun, pernahkah kita memikirkan kenapa lambang cinta harus seperti itu? Kenapa tidak berbentuk lingkaran , lonjong atau kotak saja?

Dalam sebagian masyarakat Jawa, simbol cinta tersebut juga diibaratkan sebagai gambar daun waru. Namun, tahukah kamu sejarah sebenarnya?

Lambang cinta sendiri memiliki sejarah yang cukup beragam dan panjang. Banyak yang percaya bahwa lambang cinta sudah ada sejak 3.000 tahun sebelum masehi, yaitu berasal dari bentuk daun ivy yang sering digunakan oleh orang Yunani zaman dahulu sebagai ramuan pembakar gairah seksual.

asal usul lambang cinta


Daun ivy juga sering ditaruh di batu nisan untuk melambangkan cinta yang abadi walaupun kematian memisahkan. Daun ivy memiliki umur yang panjang dan kemampuan bertahan hidup, tanaman Ivy ini dianggap cocok sebagai perlambangan cinta dan untuk mengenang yang telah pergi.

Ada juga versi lain menyebutkan , pada tahun 631 sebelum masehi, bangsa Yunani mengalami kekeringan dan ledakan populasi masyarakat. Untuk mengantisipasi ledakan yang semakin menjadi-jadi, bangsa Yunani lalu mendirikan sebuah kota di ujung utara Afrika, Kierene.
Di kota ini mereka menemukan biji silphium yang ternyata memiliki manfaat sebagai pencegah kehamilan (kontrasepsi).

Kepopuleran Silphium membuat masyarakat mengabadikannya dalam pahatan koin yang juga berhasil ditemukan oleh para ilmuwan. Tapi sayang, tanaman obat Silphium nyatanya telah punah ratusan tahun silam.

Kemudian sejarah hati versi lainnya terdapat di Mesir. Hanya saja di wilayah ini tidak tertulis tahun pasti soal digunakannya lambang tersebut. Disebutkan bahwa di Mesir, lambang cinta itu digunakan untuk menjelaskan bahwa hati menjadi sumber kekuatan penting dalam mitos peradaban di wilayah tersebut.

Selain itu dalam mitologi bangsa Mesir, dijelaskan juga tentang jantung (perlambang jiwa) yang ditimbang dengan bulu Ma’at (melambangkan kebenaran), pada penghakiman orang meninggal dalam Buku Kematian mereka. Apakah selanjutnya bentuk jantung tersebut dipakai sebagai simbol cinta dan kekuatan belum dapat dipastikan.


Hmm, kalau masih belum puas, nyatanya, banyak teori lain yang bilang simbol ini dari dua kepala angsa yang saling bertautan atau yang paling populer dua jantung yang saling bersandingan. Selain itu, angsa juga dianggap sebagai hewan yang melambangkan cinta, kesetiaan, dan antusiasme. Fakta juga menunjukkan jika sepasang angsa biasanya saling bersama hingga salah satu dari mereka mati.

Meski asal-usulnya masih diselubungi misteri, simbol cinta yang kita gunakan saat ini mulai populer pada awal abad 15 di Eropa. Sebelum itu, cekungan di lambang cinta masih belum mencolok, tapi kian berubah seiring bergantinya zaman. Pada masa itu lambang cinta dapat dengan mudah ditemukan di pahatan dan gambar kartu remi.

Sebagai simbol yang telah kukuh, pada abad 19 lambang cinta mulai muncul pada kartu perayaan Valentine, kotak permen, dan benda-benda lainnya. Sejak saat itulah lambang cinta memasuki budaya pop dan menjadi bagian dari komunikasi manusia.

@renysab_

Tak bisa dipungkiri kalau gambar hati ini memang identik dengan hal yang berhubungan dengan cinta. Cinta memang tak terlihat , tapi bisa dirasa. Seperti kata William Shakespeare , penulis kisah Romeo dan Juliet ;
" Love looks not with the eyes, but with the mind. "

Cinta tidak terlihat dengan mata, tapi dengan hati.


Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar