Tips Biar Kamu Nggak Jadi Bucin Level Akut




Perbudakan adalah salah satu sejarah kelam manusia di planet bumi ini. Berdasarkan catatan kuno yang pernah ditemukan, perbudakan pertama kali ada di peradaban Summeria di Mesopotamia, sekitar 3500 tahun sebelum Masehi.
Namun meski zaman sudah berlalu, nampaknya umat manusia tak bisa menghilangkan jejak dan hasrat akan perbudakan.

Bahkan di abad 21 ini, bukannya menolak diperbudak, beberapa orang terutama mereka para kawula muda malah lebih suka jadi budak. Eh eh, tapi ini bukannya budak yang jadi hamba sahaya atau semacamnya, melainkan budak cinta. Adakah pembaca sekalian yang belum tahu apa itu bucin?

Baik, kene tak jelasno, bucin dalam bahasa kekinian merupakan kepanjangan dari kata budak cinta. Dalam KBBI, istilah bucin ini tidak ada artinya karena merupakan bahasa prokem saja. Bucin sendiri berarti orang yang tergila-gila akan cinta dan mau melakukan apapun demi orang yang dia cinta. Intine, wong ke-edanan katresnan.

Seperti halnya perbudakan pada masa lampau, seorang budak diwajibkan selalu menuruti perintah majikannya. Begitu pula dengan para bucin. Mereka rela berkorban apa saja, harta, jiwa, raga semuanya demi majikan cinta tercinta.

Konsep yang menjadikan seekor homo sapiens menjadi bucin terkadang memang sama sekali tidak terlihat, tak terencana dan spontanitas. Saking spontannya, para bucin tak sadar kalo sudah menjadi budak majikan cintanya. Mereka tak lagi berpikir seperti manusia pada umumnya, namun menggila ra karuan.

Menjadi bucin memang tak melanggar aturan negara, tak ada yang melarang. Tapi mestinya logikamu iki nyadar kalo kalian para bucin sebenarnya berjalan di atas muka bumi cuma dengan khayalan tingkat tinggi. Saknoe rek.

Saya semata-mata menulis artikel tak hanya karena hari ini saya nganggur -eh aku kan tiap hari nganggur hhaa-, namun saya juga merasa kasihan kepada para bucin sedunia. Saya merasa harus menyelamatkan kalian dari belenggu cinta. eaakkk..

Biar kalian sadar, berikut adalah ciri-ciri bucin menurut ahli yang tidak mau disebutkan namanya.

Pertama, jadi tukang ojek atau sopir pribadi yang cuma ngangguk-ngangguk kalo disuruh nganterin kemana-mana.
Kedua, disuruh beli ini itu, sampe sandang papan panganmu sendiri tak terpenuhi demi memenuhi keinginan majikan cinta.
Selanjutnya yang ketiga, pergaulanmu semakin menyempit, konco-koncomu soyo entek akibat majikan cintamu hanya memberikan izin untuk berteman dengan orang yang telah dia seleksi aja.
Keempat, tiap pagi bikin status atau update medsos kemesraan lebay seakan-akan cuma kalian berdua yang hidup di planet ini.
Kelima, meski kamu diselingkuhi berkali-kali, tetep aja akhirnya balik ke pelukan si dia.

Hilih.

Jika kalian memiliki ciri-ciri diatas, bisa disimpulkan kalian adalah bucin garis keraad. Demi kesehatan mental dan psikismu, kami akan memberikan tips agar kalian tidak terjebak tipu muslihat iblis dengan salah satu agenda terjahatnya yakni Ilmu per-bucin-an. Ilmu ini lebih jahat dibanding dengan segitiga mata satu, atau bahkan segitiga biru.

Berani Menolak

Kuncinya adalah jangan takut pada ancamannya untuk meninggalkan kamu. Menungso nang dunyo ki wakeh, nggak mek deke thok! Masih ada banyak orang di luar sana yang akan menghargaimu lebih dari dia.

Jadi ketika dia mulai meminta yang macam-macam, apa lagi minta yang enak-enak, jika hal itu nggak sejalan dengan hatimu, maka jangan ragu untuk katakan tidak. Mungkin dia akan marah, tapi hal ini lebih baik ketimbang kamu mangan ati.

Ingat Orang Tua

Kalau cinta sudah melanda, memang seakan akan makhluk di bumi ini cuma ada kalian berdua. Kamu akan jadi auto-buta. Tapi, cobalah kamu kembali melek dan mengingat orang tuamu yang sudah melahirkan dan membesarkanmu.

Sebagian dari kita mungkin diberkahi dengan orang tua yang sangat baik dan suportif, namun juga nggak sedikit dari kita memiliki orang tua yang cuek. Makanya kamu milih dekat dengan gebetan atau pacar kamu dengan alasan kamu mendapatkan kebahagiaan saat bersamanya.

Namun satu hal yang pasti adalah, kamu juga adalah seorang insan yang terlahir sempurna, dan bukan dibuat semata-mata sebagai aksesoris atau karakter pendukung orang lain. Po maneh karakter tambahan.

Cuci Muka, Tarik Napas, dan Sadar Diri

Haaaaaiiii budak-budak cinta yang terbelenggu, cobalah kalian untuk sadar diri. Kalo kalian belum bisa menyadarkan diri sendiri, caranya gampang kok, kalian bisa coba dengerin lagu yang menyerupai keadaanmu sambil nangis bombay sesenggukan.
Eh, tapi nggak cuma menangis semata, coba mikir apakah selama ini kamu cuma berkorban saja? Ngeluarin ongkos alias isi dompet tanpa batas yang nggak karuan buat si dia, atau mulai agak berjarak dari kehidupan yang kalian sukai.
Mending foya-foya demi hobi daripada ngabisin duit percuma buat wong seng durung mesti mbales tresnamu. Kalau perlu, tiap pagi dan menjelang tengah malam, cuci muka pakai daun kelor dan diniati menghindarkan gangguan makhluk astral.

Mendatangi Ahli Kejiwaan

Pada dasarnya ketika kamu memiliki rasa suka kepada derita yang mendera jiwamu, itu berarti kamu memiliki bakat untuk menjadi seorang masokis. Pasangan sejatimu adalah seseorang dengan ciri sadistik.

Tapi kalau kamu ingin keluar dari lingkaran siksamu, kamu bisa mencoba mendatangi psikiater agar hidupmu lebih tenteram.

Ruqyah

Ruqyah ini kedengarannya memang sangat mistik—ya dalam praktiknya sih memang medeni abis. Membacakan ayat-ayat tertentu, untuk
kemudian si pasien kadang akan menjerit-jerit, menderam-deram, keluar air mata, mendelik, dan lain sebagainya.

Patut kamu tahu, ruqyah ternyata tak terbatas hanya untuk hal-hal diatas. Ada kondisi tertentu yang mengharuskan kamu harus di ruqyah. Kondisi ini banyak terjadi pada kebanyakan kaum budak cinta atau apalah itu, yang seringkali berubah raut mukanya dari gembira, biasa aja, dan selanjutnya jadi sedih.

Dan kalau esensi ruqyah adalah membuat orang kembali sadar, sepertinya orang dengan ciri-ciri yang sudah saya sebutkan sebelumnya memang harus segera diruqyahkan. Tapi kalau ruqyah pun sudah nggak bisa menyelamatkanmu, wassalam aja deh..


Anda mungkin menyukai postingan ini