Justice For Audrey , Kasus Pengeroyokan Siswi SMP Viral



Kasus pengeroyokan siswi SMPN 17 Pontianak berinisial AU oleh 12 siswi SMA di Pontianak telah mencuri perhatian di media sosial. Kelakuan mereka pun mendapat kecaman dari netizen di dunia maya. Buntut dari kasus ini juga membuat tagar #JusticeForAudrey sempat jadi trending nomor satu di Twitter.

Sementara melalui laman daring Change.org, sedikitnya 2,7 juta orang sudah menandatangani petisi agar Polda Kalbar mengambil alih kasus itu dan menghukum para pelaku pengeroyokan Audrey. Dan yang gak habis pikir, para pelaku malah update ‘Boomerang’ seakan gak menyesali perbuatannya. Duuhh..

Kejadian ini berawal dari berantem atau saling balas komentar di media sosial. Kakak sepupu korban diketahui masih berhubungan dengan mantan pacarnya yang sekarang jadi pacar salah satu pelaku hingga membuat pelaku gak terima. Audrey diketahui suka nimbrung di laman Facebook kakak sepupunya. Namun, komentarnya dianggap menyinggung pelaku. Dari situ lah pelaku nekat menjemput korban dan diajak ke Jalan Sulawesi dan Taman Akcaya. Berdasarkan keterangan korban, di dua lokasi tersebut para pelaku melakukan tindak kekerasan.

Audrey yang mungkin dimata mereka seperti "Boneka" ini dianiaya secara brutal. Dipukul, diseret, kepala dibenturkan ke aspal dan alat kelamin gadis belia itu juga berusaha dirusak oleh para pelaku.

Peristiwa pengeroyokan itu sendiri terjadi pada akhir Maret lalu, dan baru menarik perhatian publik setelah dilaporkan ke polisi oleh keluarga korban pada 5 April.

Korban hingga kini masih dirawat di sebuah rumah sakit di Pontianak. Gadis malang itu menderita luka-luka fisik dan juga mengalami trauma akibat penganiayaan tersebut.

Sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan para pelajar di negeri? Begitu banyak kisah yang muncul dan melibatkan para pelajar, mulai dari aksi bully hingga melawan guru kerap kita simak di berita berita, adakah ini dampak dari arus informasi di era internet?

Perundungan terhadap Audrey semakin membuka mata kita, bahwa aksi bully tak mengenal batas usia, seseorang yang dianggap di bawah umur pun ternyata begitu tega melakukan aksi yang keji. Kasus seperti yang dialami Audrey pasti akan terjadi terus menerus kalau penegak hukum tidak mengambil tindakan tegas. Jangan hanya karena anak dibawah umur terus diberi hukuman yang tak sesuai dengan apa yang diperbuat. Apalagi sampai berakhir dengan kata DAMAI. Saya bukan bermaksud buat melawan hukum yang ada di Indonesia, tapi apa hanya dengan dalih dibawah umur terus damai? Apa masih bisa dicap sebagai anak dibawah umur kalau sudah berani melakukan hal keji itu? Orang dewasa pun tidak akan mau melakukan itu, hanya orang orang yang sudah tertanam benih psikopat saja yang tanpa ragu melakukannya.

Semoga kejadian ini jangan sampai terulang lagi. Terlebih lagi yang paling miris, pelakunya semua adalah perempuan. Apakah pantas perempuan bersikap seperti itu kepada sesamanya? Kalau menurut saya, itu perlakuan yang tidak pantas. Karena seharusnya perempuan itu saling menjaga, bukan justru malah merusak citranya sebagai perempuan.

Untuk penganiaya Audry, kalian perlu tahu hal ini:

Kalian memang beraksi berdua belas dan tentu akan selalu dilindungi oleh orang-orang terdekat kalian, apalagi kalau mereka merupakan orang penting di negara inim,,sedangkan Audrey, tidak.

Ttapi tenang saja. Dia akan ditemani oleh kami semua, orang-orang yang tak akan berhenti mendoakannya meski sebagiannya masih terbatas pada petisi online dan komentar-komentar di media sosial.


Dari berbagai sumber

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar