Manfaat Tradisi Pingitan Untuk Calon Pengantin

Ternyata Ada Makna di balik tradisi pingitan
@astutik_wedding

Tentu kamu pernah mendengar istilah ‘pingitan’ kan? Ya, memang sudah menjadi tradisi di sebagian besar masyarakat di Indonesia, terutama di daerah Jawa bahwa sebelum waktu acara pernikahan.

Pingitan adalah saat calon pengantin perempuan dilarang keluar rumah untuk bertemu dengan calon pengantin laki-laki. Tradisi Pingitan pernikahan yang identik dengan adat Jawa ini dilakukan oleh pasangan yang akan segera menikah. Biasanya tradisi pingitan ini lebih kepada si calon perempuan.

Tentunya bagi pasangan yang sudah benar-benar saling mencintai dan merasa dekat, masa-masa pingitan menjadi ‘siksaan batin’ tersediri, rasa rindu ingin bertemu, gelisah dan lain-lain sering bercampur aduk. Waktu yang seminggu terasa seperti setahun. Pingitan ini memiliki tujuan yang baik. Yaitu menjaga kedua mempelai dari marabahaya dengan cara ‘dipingit’.

Caesar Hito dan Felicya Angelista / Credit: Instagram - fdphotography90

Kata Pingitan berasal dari kata Pingit, yang mempunyai arti kurung. Dipingit disini berarti kedua calon pengantin dilarang bertemu hingga hari H pernikahan. Dan khusus calon pengantin perempuan, dilarang untuk beraktivitas keluar rumah apalagi bepergian ke jalan-jalan ke mall.

Masa pingitan sendiri biasanya berlangsung 1 sampai 2 bulan jelang Hari H. Namun di masa kini rasanya sulit mempraktikan tradisi pingitan selama itu, mengingat ada kewajiban bekerja dan kesibukan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Sehingga pada akhirnya, tradisi pingitan biasanya hanya dilakukan minimal satu hari jelang pesta pernikahan.

Meskipun dianggap tradisi kuno dan sudah banyak ditinggalkan oleh pengantin masa kini, namun sebenarnya tradisi memingit gadis yang akan menikah ini punya banyak manfaat. Penasaran apa saja ? Mari kita cari tahu selengkapnya!

Membangun Rasa Rindu
Siapa sih yang nggak rindu saat berpisah dengan kekasih? Ya, menahan diri untuk nggak bertemu dengan calon pendamping hidupmu untuk beberapa saat dapat menimbulkan rasa rindu. Saat waktunya bertemu, bakal ada rasa deg-degan antara dua mempelai. Ciee!

Menjaga Kebugaran Sebelum Hari H
Salah satu alasan calon pengantin tak diizinkan keluar rumah menjelang hari pernikahannya adalah untuk tetap menjaga kebugarannya dan menghindarinya dari kelelahan agar tetap terlihat segar di hari pernikahannya. Menjaga calon pengantin untuk diam di rumah menjelang pesta pernikahan juga berguna untuk menjaga stamina calon pengantin. Pasalnya, di hari bahagianya tersebut, ia akan dipajang seharian dan harus mengikuti serangkaian prosesi yang akan menyita stamina dan energinya. Jadi, pingitan itu salah satu cara untuk menjaga stamina para calon pengantin lho.

Bisa Merawat Diri
Mempersiapkan pernikahan akan sangat menguras tenaga. Maka, pingitan jadi kesempatan kedua mempelai untuk bernapas sejenak dan beristirahat. Keduanya juga bisa merawat diri agar bisa tampil segar dan prima pada hari pernikahan.

Terhindar dari Bahaya
Bukannya percaya pada mitos, pingitan setidaknya dapat menjaga dirimu dari hal-hal yang nggak kamu inginkan menjelang pernikahan. Cukup berdiam diri di rumah sambil mempersiapkan hal lain bukan hal yang buruk, kok! Tuh, rak buku masih banyak bahan yang belum dibaca!

Melatih Rasa Sabar dan Percaya Meski Tak Bertatap Muka
Saat dipingit, kamu harus menahan diri untuk bertemu dengan yang terkasih. Pingitan juga melatihmu untuk saling percaya satu sama lain saat berjauhan. Hal ini dapat menghindarkan rasa cemas dan khawatir.


Meskipun pingitan ini terkesan tradisional, namun ternyata di dalamnya tersimpan banyak manfaat positif untuk calon pengantin. Untuk yang akan menikah, kamu bisa mendiskusikan dengan pasangan atau keluarga apakah akan menjalankan tradisi ini atau nggak. Pertimbangkan waktu dan segala persiapan yang ada. Jika memungkinkan, mungkin lebih baik dilakukan sebagai penghormatan terhadap budaya.

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar