Telaga Sarangan , Surga Tersembunyi di Magetan

Telaga Sarangan , Surga Tersembunyi di Magetan

Telaga Sarangan Magetan

Jika Switzerland punya danau besar bernama Jenewa. nah, Negara Indonesia juga punya danau luas, yaitu Sarangan atau lebih dikenal dengan sebutan Telaga Sarangan yang terletak di Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Kota Magetan sendiri berbatasan langsung dengn Kota Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Wonogiri.

Danau Sarangan salah satu danau yang jadi objek wisata favorit di Magetan di sini kamu bisa banget wisata keliling Danau naik perahu atau jalan-jalan naik kuda bahkan kamu bisa menikmati kuliner khas di daerah Danau Sarangan ini loh.

Selain menjadi objek wisata alam unggulan di Kabupaten Magetan, telaga sarangan sebetulnya memiliki fungsi awal sebagai pengairan perkebunan dan persawahan di beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Magetan.

Yang mana jika di waktu musim kemarau banyak lahan sawah yang mengalami gagal panen gara-gara kekurangan pasokan sumber air.

Meski sekarang lebih fokuskan untuk pariwisata alam, namun pemanfaatan air Telaga untuk pengairan sawah sendiri masih sering dilakukan oleh Pemerintah Magetan.

@wafikaata


Karena letaknya di lereng gunung, sudah barang tentu suhu di Telaga Sarangan sangat sejuk. Meski kalian mengunjungi tempat ini saat musim kemarau, di tengah terik matahari tetap saja suasana sejuk terasa. Semilir angin yang berhembus terkadang terasa sangat dingin di kulit.

Luas Telaga Sarangan sekira 30 hektare. Cukup luas. Menurut informasi yang terdapat di dekat telaga, kedalamannya mencapai 28 meter. Di bagian selatan telaga tampak sebuah pulau kecil ibarat Samosir di tengah Danau Toba.

@dita_cahyani22_reall


Pemandangan Danau yang indah, hijau dan sejuk bakal bikin kamu betah ada di sini. Nggak kalah kalau di bandingkan dengan Tempat Wisata di Dumai yang ada di Provinsi Riau.

Pemandangan Telaga Sarangan akan memanjakan mata, karena kamu dapat melihat telaga yang luas dan pegunungan hijau Sidoramping di sekitar Gunung Lawu yang menjulang tinggi. Ditambah lagi dengan air telaga yang tenang dan menjadi cermin dari pegunungan dan gunung di sekelilingnya.

@avikhapikhacuu



Memandangi deretan pegunungan dan gunung di sini juga membuat perasaan lebih tenang dan damai ditambah dengan udara sejuk pegunungan dengan suhu sekitar 18-23 derajat Celcius.

Udara sejuk pegunungan bisa kamu nikmati karena Telaga Sarangan terletak pada ketinggian sekitar 1.287 Mdpl.


@dwisyanti_

Sejarah dan Mitos Telaga Sarangan

Selain dikenal sebagai nama Telaga Sarangan, masyarakat sekitar mengenal Telaga Sarangan dengan nama Telaga Pasir. Ada mitos atau legenda yang melekat di telinga masyarakat tentang Telaga Sarangan ini.

Kisah tersebut bermula dari dua orang yang bernama Kyai Pasir dan Nyai Pasir yang telah bertahun-tahun menikah. Namun belum dikaruniai keturunan.

Demi mewujudkan keinginannya untuk mendapatkan anak, Kyai Pasir dan Nyai Pasir ini pun pergi bersemedi. Dan memohon pertolongan kepada Sang Hyang Widhi.

Ternyata semedi mereka dikabulkan oleh Sang Hyang Widhi dan lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama Joko Lelung. Setelah mendapatkan keturunan, Kyai dan Nyai Pasir pun bekerja siang dan malam untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Setiap hari mereka ke ladang untuk bercocok tanam dan sesekali pergi ke hutan untuk berburu. Lama kelamaan kedua pasangan ini merasa kelelahan dan mulai tidak kuat hidup susah terus menerus.

@dewidanshodiq


Akhirnya Kyai dan Nyai Pasir pun melakukan semedi dan memohon pertolongan kepada Sang Hyang Widhi. Agar diberi kesehatan dan umur yang panjang.

Lagi-lagi berkat kegigihan mereka Sang Hyang Widhi pun mengabulkan permohonan dari Kyai dan Nyai Pasir tersebut. Namun kali ini Sang Hyang Widhi memberi syarat kepada mereka. Yaitu untuk menemukan dan memakan telur di dekat ladang agar keinginannya terwujud.

Setelah berhasil menemukan telur, Kyai Pasir dan Nyai Pasir bergegas pulang ke rumah dan memasaknya hingga matang. Kemudian mereka berdua membagi telur tersebut dan langsung menyantapnya demi mewujudkan keinginan mereka, kemudian mereka berangkat ke ladang.

Sesampainya di ladang tiba-tiba saja tubuh Kyai Pasir dan Nyai Pasir terasa gatal yang teramat sanga. Hingga menimbulkan luka di sekujur tubuh mereka. Lama kelamaan mereka berdua berubah wujud menjadi ular naga yang sangat besar.

Setelah menjadi naga mereka berdua menggeliat di atas pasir sehingga menimbulkan cekungan yang mengeluarkan air yang sangat deras. Saking derasnya air tersebut pun memenuhi cekungan yang mereka buat tadi.

Mengetahui kesaktian yang mereka miliki, kedua pasangan tersebut berencana untuk membuat cekungan yang besar dan menenggelamkan Gunung Lawu.

Namun niat jahat Kyai dan Nyai Pasir diketahui oleh Joko Lelung, putra mereka sendiri. Akhirnya Joko Lelung pun melakukan semedi dan memohon kepada Sang Hyang Widhi agar menyadarkan kedua orang tuanya.

Semedi Joko Lelung pun diterima oleh Sang Hyang Widhi dan saat orang tuanya tengah beguling-guling timbul kesadaran mereka agar berhenti. Akhirnya niat mereka untuk menenggelamkan Gunung Lawu pun diurungkan, namun hingga kini kedua pasangan tersebut menghilang begitu saja.

Konon hingga saat ini telaga tersebut dijaga oleh dua ekor naga yang merupakan perwujudan dari Kyai dan Nyai Pasir. Sedangkan pulau kecil yang terletak di telaga ini dijaga oleh orang suci yang mengendarai seekor harimau putih.

Di dalam pulau tersebut terdapat 3 makam orang sakti, yaitu Syech Mundur, Nyai Ramping, dan Joko Lelono. Namun penunggu dan sosok misterius yang terdapat di Telaga Sarangan tersebut tidak pernah menganggu maupun menampakkan diri.

Misteri Telaga Sarangan yang dipercaya oleh masyarakat sekitar hingga saat ini.

@novioktaa

Daya Tarik Telaga Sarangan yang Indah

Ada banyak sekali tentunya yang bisa kamu lakukan di Telaga Sarangan Jatim. Selain bersantai menikmati suguhan panorama alam lereng gunung Lawu yang asri dan berhawa sejuk, kalian juga bisa meng-eksplore objek telaga dengan berkeliling ke tengahnya menggunakan speed boat. Speed boat bisa kalian sewa di sini dengan harga kurang lebih Rp. 50.000 sekali putar.


@dewilarasatii__


Lalu jika kalian suka berkuda, di sini juga tersedia tempat penyewaan kuda. Kalian bisa bersantai menunggang kuda untuk menyusuri setiap titik yang ada di sekitar kawasan Telaga Sarangan.

Sementara bagi yang doyan selfie atau bergaya di depan kamera, di sini juga ada beberap spot foto instagenic yang bisa dicoba.

Bagi Kamu yang ingin merasakan sensasi dinginnya Telaga Sarangan di malam dan pagi hari, maka kalian tinggal mencari dan menyewa hotel atau homestay yang tersebar di daerah Sarangan.

Ada cukup banyak hotel di Telaga Sarangan, mulai dari yang berbintang hingga kelas melati dan pondok wisata. Tinggal disesuaikan dengan budget serta view yang ingin kamu saksikan.

Tetapi jangan lupa untuk menyiapkan pakaian dan jaket yang hangat untuk mengusir rasa dingin yang menusuk tulang. Tetapi jika kamu tidak ingin repot, di sekitar telaga banyak tersedia kios-kios yang menjual berbagai macam pakaian hangat.

@agha.id

Dekat dengan Telaga Sarangan, ada pintu masuk menuju air terjun. Ada tiga buah air terjun yang dapat kamu kunjungi di sini yaitu air terjun Watu Ondo, Pundak Kiwo, dan Jarakan. 

Di dekat pintu masuk salah satu air terjun ini, ada bekas pesawat yang dijadikan monumen mengingat Kabupaten Sarangan bertetangga dengan Kota Madiun yang adalah Pangkalan Utama AURI.

@_ifanimeindah


Jalan menuju air terjun tidak sulit, bahkan setengah perjalanan bisa dilakukan dengan mobil. Perjalanan menuju air terjun akan menjadi perjalanan yang menyenangkan. Kamu akan melewati lereng gunung yang digunakan untuk perkebunan. 

Kamu dapat melihat berbagai tanaman sayuran yang mungkin jarang ditemui di kota. Kamu juga dapat mencelupkan kaki ke dalam air bening yang dingin dan segar yang digunakan untuk pengairan perkebunan.

Wisata Belanja dan Kuliner di Telaga Sarangan

@sofia_delianaa

Hal lain yang unik dari telaga Sarangan adalah kamu bisa menikmati makanan khas yang ada di telaga Sarangan, yaitu menikmati sate kelinci yang dijajakan oleh penjual yang ada di sekitar telaga. Seperti sate pada umumnya, sate kelinci ini dihidangkan dengan lontong dan sambal kacang. Untuk harga satu porsi sate kelinci Sarangan hanya Rp 15 ribu saja.

Namun jika kamu tidak tega menyantap kelinci yang imut0imut dan gemesin, ada banyak pilihan menu lain, termasuk nasi pecel khas Telaga Sarangan. Ada banyak warung makan yang berdiri di sekitar telaga yang menawarkan beragam menu untuk memenuhi selera kamu.

Jika mulai bosan namun belum terlalu lapar, mampirlah ke kios-kios di sekitaran telaga yang menjual aneka makanan ringan.

Salah satunya adalah jagung bakar yang bisa mengembalikan kehangatan pada tubuh kamu setelah diterpa dinginnya udara di Telaga Sarangan. Kamu bisa menyantap jagung bakar sambil meminum kopi atau teh hangat dan menyaksikan nahkoda speed boat.

Fasilitas Wisata Alam Telaga Sarangan Magetan

Fasilitas wisata di Telaga Sarangan tentunya sudah tersedia cukup lengkap. Ada banyak sekali fasilitas dan wahana yang bisa kalian nikmati tatkala berkunjung kesini.

Selain fasilitas umum seperti area parkir, toilet, kamar mandi, tempat ibadah, dll., tersedia juga spot untuk berfoto, penyewaan kuda, penyewaan speed boat, hingga penjual sayuran dan restoran untuk mencoba berbagai menu kuliner khas Jawa Timur.

@richarizkiruhiana


Di area Wisata Telaga Sarangan Magetan juga terdapat pasar tradisional yang banyak menjual produk hasil bumi.

Lokasi pasar ini juga sering menjadi pusat tujuan akhir jika berlibur ke telaga ini, yang mana para wisatawan sering membeli berbagai sayuran dan buah - buahan yang masih segar sebagai oleh - oleh saat hendak pulang dari berwisata di telaga sarangan ini.

@novioktaa

Harga tiket Telaga Sarangan

Harga tiket masuk Telaga Sarangan Magetan 2020 terbilang masih sangat terjangkau. pengelola tempat wisata di Magetan ini mematok harga tiket sebagai berikut :

  • Tiket dewasa: Rp. 7.500 per orang

  • Tiket anak-anak: Rp. 5000 per orang

  • Parkir sepeda motor: Rp. 2.500

  • Parkir mobil: Rp. 5000

  • Parkir bis: Rp. 10.000


Catatan: Harga tiket di atas bisa saja berubah sewaktu-waktu tergantung pengelola.

@hanatahikaru


Lokasi Telaga Sarangan

Jika bertanya Telaga Sarangan dimana, maka lokasi telaga ini tidak jauh dari kota Magetan, jaraknya hanya sekitar 20,9 kilometer dan bisa ditempuh dari pusat kota hanya dalam waktu kurang lebih 40 menit berkendara.

Mengenai alamat lengkapnya, alamat Telaga Sarangan berada di Ngluweng, Sarangan, Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

@betaria_kurnia


 

Rute Telaga Sarangan

Dari Tawangmangu hanya menempuh jarak 5 kilometer saja. Untuk kondisi jalan sudah cukup baik, namun pengemudi tetap harus meningkatkan kewaspadaannya.

Mengingat jalannya yang menanjak dan berkelok-kelok khas pegunungan, sehingga perlu konsentrasi yang cukup tinggi.

Untuk menuju telaga yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur ini juga bisa dengan kendaraan umum. Jika kamu mengawali perjalanan dari Kota Surabaya, naiklah bis yang menuju ke Madiun, kemudian dari sana carilah kendaraan menuju Magetan.

Sesampainya di terminal Magetan, berpindahlah ke angkutan umum yang menuju Sarangan dan kamu akan tiba di tujuan.

Jika kamu ingin menggunakan angkutan umum dari Jakarta, Yogyakarta, atau Jawa Tengah. Ada dua alternatif pilihan, yaitu dengan bis atau kereta.

Jika menggunakan bis, kamu langsung saja mencari bis ke Solo dan turun di Terminal Tritonadi lalu menggunakan bis menuju Tawangmangu. Dari Tawangmangu carilah angkutan umum jurusan Sarangan yang akan mengantar kamu ke tujuan.

Jika menggunakan kereta api, turunlah di Stasiun Solo Balapan lalu menuju ke Terminal Tirtonadi dengan trans, taksi, maupun becak. Setelah itu rute yang harus kamu dilalui sama seperti jika menggunakan bis.


@zhefaniefietri

Melihat dari letak geografisnya, telaga ini berada di lereng Gunung Lawu bagian barat. Tepatnya di Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Kurang lebih sekitar 16 kilometer dari pusat kota Magetan.

Objek wisata Telaga Sarangan Magetan ini mampu menarik puluhan ribu wisatawan setiap tahunnya. Wisatawan yang datang bukan hanya dari Magetan saja, banyak juga wisatawan yang berasal dari berbagai macam daerah bahkan mancanegara. Biaya yang terjangkau dengan perjalanan yang cukup mudah ditempuh menjadi alasan yang cukup masuk akal untuk mengunjunginya. Hitung-hitung untuk mengembalikan kesegaran penglihatan dengan melihat yang asri dan hijau.

Selamat berwisata ria!



Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar