Siapa yang Lebih Cepat Move On, Pria atau Wanita?

Siapa yang Lebih Cepat Move On, Pria atau Wanita?

Cepat mana move on nya cewek dan cowok ?



Kita pasti sudah sering mendengar cerita semacam seorang laki-laki menyatakan perasaan pada perempuan, kemudian selama menjalin hubungan seolah-olah ia benar-benar mencintai pasangannya, namun kemudian si laki-laki meninggalkan pasangannya. Lalu dengan mudah menghapus kontak, mengganti status di media sosial, bahkan menggandeng pasangan baru. Sedangkan, si perempuan sibuk mencari-cari hal kecil yang mungkin menyebabkan hubungannya kandas, dan terpuruk berminggu-minggu. Benar kan?

Move on, bicara tentang siapa yang lebih cepat move on, mungkin kita sepakat bahwa laki-laki terlihat lebih cepat bangkit dan melupakan masa lalunya. Selepas hubungannya berakhir, kebanyakan laki-laki akan terlihat tenang dan baik-baik saja seolah tak terjadi apa-apa. Sebaliknya, perempuan akan terlihat sangat rapuh seolah hidupnya akan benar-benar berakhir saat patah hati.

Namun, tahukah kamu, menurut penelitian laki-laki ternyata cenderung lebih lama melupakan masa lalunya dibandingkan perempuan.

@rdivaaat

Penelitian ini melibatkan 5.705 partisipan yang tersebar di 96 negara dan dilakukan oleh Craig Morris , peneliti dari Bringhamton University. Disebutkan bahwa perempuan memang sangat sedih setiap kali putus cinta. Tapi lebih cepat untuk siap menerima hubungan baru dengan lelaki baru yang lain. Wanita akan kesal, marah dan sedih di hari-hari awal patah hati, untuk lantas melepaskan dan melanjutkan hidup. Bergalau-galau dahulu bersenang-senang kemudian.

Beda sama pria, wanita ini lebih realistis dalam masalah move on. Harus diakui kalau mereka ini tegar. Waktu-waktu baru putus mereka akan menghabiskan banyak tisu dengan air mata mereka sambil berkata "semua cowok sama aja". Sampai pada akhirnya, seiring berjalannya waktu mereka akan mendapatkan yang baru dan melupakan yang lama.

@ivonarethha

Pria terlihat masa bodoh atau biasa setelah putus, patah hati, atau melewati masa tidak menyenangkan dalam hidupnya karena mereka dituntut untuk terlihat kuat oleh lingkungan sosial. Laki-laki tidak boleh cengeng, katanya. Mereka menganggap kelemahan itu racun, menangis itu haram. Perasaan yang dipendam justru akan membuat mereka kehilangan pegangan terhadap realita yang mereka harus hadapi. Akibat dari dipaksa untuk terlihat kuat tadi adalah mereka butuh waktu yang lebih lama untuk move on.

Jadi, wanita lebih cepat move on daripada pria. Tapi jangan salah. Walaupun mereka lambat dalam move on, para pria tersebut justru mendapatkan efek samping positif dari peristiwa putus hubungan yang mereka alami. Menurut penelitian di Rutger University yang dituangkan dalam jurnal berjudul “How Does The Brain React To A Romantic Breakup”, para pria yang telah mengalami patah hati akan mengalami perubahan dalam kinerja otaknya. Terutama yang berkaitan dengan motivasi, kondusif-kompulsif, dan achievement.

@inda_aldric

Hal ini akan membuat mereka lebih ulet, lebih berdaya juang dan menghargai pencapaiannya. Mereka akan termotivasi untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Hal itu pula yang membuat kebanyakan pria terlihat lebih produktif setelah patah hati, selain juga kesibukan dan aktivitas tersebut berguna untuk mengalihkan pikirannya dari sang mantan.

Cepet move on itu sama sekali bukan prestasi kok. Semua orang punya cara sendiri untuk menyembuhkan luka hati setelah putus cinta. Ada yang memilih untuk segera menutup luka dengan membuka lembaran baru dengan orang lain.

Ada juga yang memilih untuk fokus pada hal-hal positif yang bisa dilakukan sendiri. Toh,kita gak akan di cap hebat hanya karena cepat move on dari mantan.

Perbedaan cara orang dalam melihat cinta berkonsekuensi pada waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan cinta baru.jadi,kalau setelah putus kita masih menyendiri lama,bukan berarti kita tidak laku.Mungkin kita hanya perlu waktu untuk lebih selektif agar tidak tercebur lagi dalam cinta yang salah.Kalau kita masih teringat dengan mantan untuk waktu yang lama,bukan berarti juga kita lemah.

@audinasalsabillaa

Jadi, jika move on dijadikan ajang perlombaan, wanitalah juaranya. Namun jangan sampai keinginan cepat move on tersebut malah membuat kamu sembarangan menerima gandengan baru, ya. Move on seharusnya adalah sikap untuk meninggalkan kenangan pahit di masa lalu dan menghargai hikmah yang terjadi di baliknya.

Saya selalu yakin bahwa move on itu perkara bagaimana menerima kenyataan dan berdamai dengan diri sendiri. Setidaknya kita pernah bahagia dengan orang yang menyakiti kita, setidaknya kita bahagia melalui waktu yang membuat kita hancur di akhir. Pada akhirnya, kita sendiri yang menentukan kebahagiaan. So, stay happy.


Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar