Dampak Negatif Penggunaan Internet Yang Harus Kamu Tahu




Teknologi internet saat ini hampir tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Keberadaannya memang sangat membantu dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam kelancaran komunikasi dan informasi. Internet kita dapat membantu kita berkomunikasi dan mendapatkan informasi dengan cepat, praktis, murah, tak dibatasi jarak ataupun waktu.

Namun dibalik berbagai manfaat dan kemudahan yang diberikan, internet juga memberikan berbagai macam dampak negatif bagi penggunanya. Misalnya maraknya terjadi penyebaran berita hoax dan mudahnya diakses konten yang tidak pantas.

Internet saat ini sudah sangat akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Hal ini membawa dampak buruk bagi perilaku manusia, karena pengguna internet saat ini bukan hanya orang dewasa tetapi juga remaja dan anak di bawah umur. Mudahnya mengakses situs-situs yang mengandung unsur pornografi, kekerasan dan hal yang tidak layak konsumsi lainnya baik berupa gambar maupun video yang semuanya itu lambat laun akan mempengaruhi perilaku manusia.

Perubahan perilaku negatif bukan hanya mempengaruhi remaja dan anak dibawah umur, akan tetapi juga berpengaruh terhadapa manusia dewasa. Hal ini bisa kita rasakan dan lihat sendiri bagaimana sekarang maraknya terjadi kasus-kasus kejahatan yang dilatarbelakangi oleh penyalahgunaan internet.

Berikut beberapa dampak negatif terhadap perilaku manusia :

1.Kecanduan Game Online
Sarah Viloid

Perkembangan game online pun saat ini semakin marak. Banyak yang kecanduan game online yang bisa menyebabkan para gamer lupa waktu. Bahkan ada pelajar bolos sekolah, malas belajar, melawan guru dan orang tua, abai terhadap kesehatan diri sendiri, dan lainnya. Bahkan, beberapa tahun terakhir ini sudah banyak pemberitaan mengenai yang gamer sampai meninggal karena terlalu lama bermain game online tanpa henti. Selain itu, ada juga yang melakukan aksi kriminal demi memperoleh uang untuk bermain game online.


2. Perilaku Sosial Menyimpang
https://unduh.panjinawangkung.com/p/generate.html?url=aHR0cHM6Ly9zaXRlLnBpY3R1cmVzL2ltYWdlL1NLZkpl
site.pictures/

Penyimpangan perilaku sosial ini berupa kurangnya interaksi sosial atau tidak mau bergaul dengan orang lain. Cenderung mengasingkan diri dan lebih asyik menikmati dunia maya tanpa menghiraukan lingkungan sekitarnya. Pengguna internet semacam ini akan mengakibatkan ketidakpekaan dan mengabaikan apa yang terjadi di sekitarnya.


3. Pornografi dan Pornoaksi
fajar

Mudahnya mengakses konten-konten pornografi dan pornoaksi, baik itu berupa teks, gambar, ataupun video sangat berperan penting dalam perubahan perilaku manusia saat ini. Konten-konten tersebut tanpa disadari bisa merusak pola pikir dan perilaku para penggunanya.

Maraknya kasus pelecehan seksual dan kasus asusila lainnya berlatang belakang dari penyalahgunaan internet. Seperti kasus asusila yang dilakukan oleh remaja dibawah umur diberitakan kompas.com beberapa hari yang lalu juga bermula dari perkenalan di facebook.


4. Perjudian
pixabay

Selain pronografi, dampak negatif dari internet juga semakin banyaknya perjudian yang kian meluas. Konten ini cukup banyak digemari pengguna internet sehingga mengakibatkan maraknya situs yang khusus menyediakan konten tersebut. Internet membuat perjudian menjadi semakin meluas,dan mudah diakses, bahkan iklan perjudian sering kali muncul dengan sendirinya saat kita mengakses internet. Konten perjudian atau sering juga disebut Net Gaming merupakan permainan yang menggunakan uang atau barang berharga lainnya sebagai taruhan.

Seperti game, perjudian juga bisa mengakibatkan kecanduan, dan lebih parah lagi, net gaming bahkan bisa membuat penggunanya mengalami kerugian, kehilangan banyak harta hingga bisa sampai bangkrut. Apalagi jika sudah kecanduan, bisa sampai membuat orang tersebut dicengkram hutang yang tidak bermanfaat.

Konten perjudian memerlukan persetujuan dari pengguna, jadi biasanya konten ini akan meminta persetujuan anda untuk dapat mengaksesnya. Oleh karena itu, untuk menghindarinya cukup dengan tidak pernah menyetujui tawaran dari konten perjudian tersebut.


5. Bullying

MgRol_93/Republika

Pelaku bulli saat ini bukan hanya ada di dunia nyata, seperti yang dilakukan di sekolah maupun lingkungan sekitar. Namun bullying juga dapat dilakukan melalui dunia maya. Misalnya dengan memberikan komentar negatif secara massal dan terus menerus pada postingan korban bullying tersebut. Meskipun dilakukan di dunia maya, komentar negatif tersebut tetap akan sangat mempengaruhi mental penerimanya bahkan berakibat fatal sampai bisa mengakibatkan korbannya bunuh diri.


6. Boros
Pixabay.com/bruce mars

Disaat seseorang telah kecanduan internet, baik itu hanya untuk melakukan stalking di sosial media, bermain game online, atau melakukan perjudian dan mengakses konten pornografi, akan membuat seseorang melakukan berbagai cara untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Hal ini mengakibatkan seseorang menjadi bersifat boros dalam menggunakan uangnya, tenaganya, juga sumber daya lainnya seperti kuota dan listrik.


7. Profokasi/ Fitnah

Banyak konten berita yang tersedia di internet yang berisi informasi -informasi palsu dengan tujuan mempengaruhi atau memprofokasi pembacanya. Informasi yang sengaja disebarkan untuk menyesatkan dengan tujuan tertentu. Seringkali informasi yang disebarkan bersifat fitnah, atau menjelek-jelekkan individu atau kelompok tertentu yang menjadi lawannya.


8. Suka pamer haus pujian
Instagram/@barbiekumalasari

Pengguna internet kebanyakan punya sifat suka pamer, hal ini dapat kita lihat pada pengguna media sosial seperti facebook, instagram, youtube, twiter dan lainnya. Mereka kerab kali memamerkan kehidupan pribadi seperti mamamerkan kekayaan, traveling, pekerjaan dan kehidupan pribadi lainnya dengan maksud agar mendapat banyak pujian berupa like dan lainnya.

Melihat dari berbagai dampak negatif internet di atas, sudah seharusnya kita lebih bijak lagi dalam menggunakannya. Jangan membuka hal yang tidak pantas walaupun hanya sekedar iseng saja, karena begitu kita mencoba sesuatu yang tidak baik bisa saja kita akan menjadi kecanduan karenanya.

Terlebih lagi sebagai orang tua yang bertanggung jawab atas pertumbuhan dan perkembangan perilaku anaknya agar lebih waspada terhadap apa yang mungkin mengancam buah hatinya secara tak terlihat. Akan lebih baik membatasi anak dalam mengakses internet dan selalu mengawasi mereka.

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar