Masih Jomblo? Tiru Cara Burung Ini Mendapatkan Pasangan!




Bingung udah usaha cari dukun pelet sani-sini ini itu tapi masih aja gagal mendapatkan pasangan? Mungkin kamu belum coba cara-cara berikut ini. Udah terbukti ampuh lho! Yuk simak dengan seksama


1. Berpenampilan Menarik

Beauty privilege is real! Nggak bisa dipungkiri bahwa ketertarikan akan muncul melalui keindahan visual. Contohnya pada burung merak (Pavo cristatus), betina akan memilih jantan dengan ornamen dan warna yang paling cemerlang. Kok bisa gitu ya?

Sebenarnya, preferensi tersebut merupakan hasil evolusi. Berdasarkan penelitian, ornamen dan warna brilian pada jantan terkait dengan kesehatan dan kegagahan yang dimilikinya. Hal tersebut menjadi tanda kematangan reproduksi jantan. Dengan demikian, betina akan cenderung memilih jantan yang memiliki ornamen dan warna paling cantik. Oleh karena itu, cobalah untuk selalu berpenampilan menarik sesuai kepribadian kamu.


2. Rajin Bersih-Bersih

Hayoo siapa yang males bersih-bersih? Yaah, nggak heran kalo Si Dia menjauh setelah tau kamar kamu berantakan. Jangan mau kalah sama burung kuau raja (Argusianus argus), burung ini akan membersihkan lantai hutan dari serasah dengan cara mengibas-ngibaskan sayapnya dan memindahkan serasah menggunakan paruh. Lantai hutan yang sudah bersih akan digunakan sebagai dancing ground untuk memikat betina.



3. Tunjukkan Bakatmu di Depannya

Kenapa oppa-oppa boyband Korea sangat digandrungi para wanita? Karena mereka jago menyanyi dan menari!

Eittss, bukan cuma oppa lho yang jago nyanyi dan nari. Liat deh tarian mempesona dari burung-burung famili Paradisaeidae, dan burung lyre (Menura sp.) yang jago banget meniru suara burung lain. Bahkan burung lyre mampu menirukan suara gergaji lho.. Waduh, berarti di sekitar habitatnya marak penebangan dong, ya? :(

Burung-burung tersebut melakukannya demi memikat pasangan untuk kawin. Betina akan memilih jantan yang kemampuannya paling oke.

Tunggu apalagi? Kamu harus pamer skill di hadapan dia. Dijamin hatinya langsung meleleh dan jatuh cinta


4. Membangun Rumah

Kalo cara-cara di atas masih nggak mempan juga, mungkin cara ini akan berhasil. Cobalah memberi Si Dia kejutan dengan menyiapkan rumah untuk masa depan kalian. Bangunlah rumah yang nyaman, megah, dan unik untuknya. Hatinya pasti luluh! Patut ditiru nih kerja keras burung weaver (famili Ploceidae) yang membangun sarang dengan konstruksi indah untuk menarik pasangannya.

Selain burung weaver, ada juga nih burung bowerbird (famili Ptilonorhynchidae) yang mendekorasi sarangnya dengan mengumpulkan barang-barang berwarna terang untuk menarik betina.

Eh, waduh? Tapi kok dia malah ngumpulin sedotan dan tutup botol plastik ya? Bisa-bisa petugas kebersihan diambil nih pekerjaannya sama burung bowerbird…wkwk bercanda guys. Harusnya kita malu. Ini sebuah pengingat untuk umat manusia agar tidak membuang sampah sembarangan sekecil apapun dan harus mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai.


“Btw broo, kenapa sih daritadi selalu betina yang milih jantan?”

Sebagian besar hewan memiliki seleksi seksual berupa female choice (betina yang memilih pasangan). Hal tersebut karena betina hanya menghasilkan sedikit sel telur sementara jantan dapat menghasilkan jutaan sel sperma. Dengan kata lain, sel telur dianggap sangat berharga sementara sel sperma dianggap ‘murah’. Oleh sebab itu, betina harus memilih jantan terbaik untuk memastikan telurnya dibuahi oleh sperma berkualitas sehingga menghasilkan keturunan dengan fitness yang tinggi.

“Trus kak, bukannya kalo burung yang warnanya mencolok dan banyak ornamen gitu malah jadi menghambat gerak dan gampang diserang predator ya kak?”

Betul. Hal tersebut merupakan cost yang harus ditanggung oleh jantan demi meningkatkan kesuksesan reproduksi (Handicap principle). Adapun berdasarkan Fisher hypothesis, ornamen yang berlebihan hanya ditemukan pada jantan karena jantan dapat mengubah tampilannya agar menarik di mata betina. Asumsi betina yaitu jantan yang menarik akan memberikan keturunan jantan yang juga akan menjadi primadona akibat tampilan yang diwariskan oleh parental ayahnya. Intinya, semua itu terjadi akibat adanya seleksi seksual berupa female choice.

***

Sekian dulu ya tips, Semoga bisa menambah wawasan walaupun hanya sebesar biji kacang hijau. Hehe. Izinkan saya akhiri tulisan ini dengan quotes:

“Belajar merupakan proses seumur hidup. Petiklah pelajaran dari mana saja, termasuk dari perilaku burung.”

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar